Thailand Naikkan Bea Mobil Listrik Impor Utuh dari 10 ke 35 Persen

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Pajak cukai mobil listrik CBU naik dari 10 persen menjadi 35 persen setelah disetujui kabinet Thailand.
  2. 2Tarif baru mulai berlaku pada 1 Januari 2027.
  3. 3Pendaftaran kendaraan listrik selama sembilan bulan pertama 2026 mencapai 191.273 unit, naik 83 persen, termasuk 167.789 mobil listrik penumpang.
  4. 4FTI memperkirakan penjualan kendaraan listrik 2026 berkisar 200.000 hingga 220.000 unit, dibanding sekitar 120.000 unit pada 2025.
Uang kertas Euro yang dijepit pada sebuah garis, melambangkan konsep keuangan seperti pencucian uang atau tabungan.
Ilustrasi · Foto: Pixabay / Pexels

Kabinet Thailand menyetujui kenaikan pajak cukai mobil listrik impor utuh (CBU) dari 10 persen menjadi 35 persen. Tarif baru direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2027, saat pendaftaran kendaraan listrik di negara itu melonjak sepanjang 2026.

Tarif baru itu direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2027.

Menteri Keuangan Thailand Ekniti Nitithanprapas menyatakan langkah tersebut adalah bagian dari struktur pajak bertingkat yang baru. Struktur itu dimaksudkan untuk mendorong investasi dan produksi lokal.

Pemerintah Thailand menyebut kebijakan ini memiliki dua tujuan utama. Tujuan pertama adalah menjaga kepentingan investor yang sudah menanamkan modal di pabrik dan rantai pasok kendaraan listrik di negara itu. Tujuan kedua adalah mendorong produsen yang masih bergantung pada impor agar segera bernegosiasi dan membangun fasilitas produksi di dalam negeri.

Kenaikan tarif muncul ketika pasar kendaraan listrik Thailand tumbuh pesat. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, pendaftaran kendaraan listrik mencapai 191.273 unit, naik 83 persen dari periode sama tahun lalu. Dari jumlah itu, 167.789 unit adalah mobil listrik penumpang.

Pada September 2026 saja, tercatat 22.587 kendaraan listrik baru terdaftar, termasuk sepeda motor listrik. Angka itu naik 89,7 persen dibanding setahun sebelumnya, menurut data Federasi Industri Thailand (FTI) yang bersumber dari Departemen Transportasi Darat. Khusus mobil listrik penumpang, pendaftaran bulan itu mencapai 19.425 unit, naik 98,6 persen secara tahunan.

FTI memproyeksikan penjualan kendaraan listrik sepanjang 2026 berada di kisaran 200.000 hingga 220.000 unit. Pada 2025, angkanya sekitar 120.000 unit.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Dari lensa ekonomi, kebijakan Thailand memperlihatkan bahwa pemerintah memilih menaikkan beban pajak pada mobil impor utuh justru ketika permintaan sedang kuat. Pendaftaran yang naik 83 persen dalam sembilan bulan dapat dibaca sebagai ruang bagi pemerintah untuk mengalihkan pasar ke produksi lokal tanpa terlalu takut kehilangan pembeli. Tarif 35 persen berpotensi membuat harga mobil CBU lebih mahal di tingkat konsumen, sementara produsen yang ingin menekan beban pajak didorong membangun pabrik.

Bagi pembaca di Indonesia yang mengikuti harga kendaraan dan pajaknya, contoh ini patut dicermati sebagai pola kebijakan: pajak impor dipakai sebagai alat tawar untuk menarik investasi, dengan pelindung bagi investor yang sudah lebih dahulu menanamkan modal. Apakah pendekatan serupa relevan di pasar lain menjadi pertanyaan yang bergantung pada kesiapan rantai pasok dan skala permintaan. Di Thailand, tersedianya 5.021 lokasi pengisian daya menunjukkan pasar tumbuh bersama infrastrukturnya.

Baca juga

Terbaru