Charlottesville Tambah 24 Kendaraan Listrik ke Armada 2028–2030, Solar Naik

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Charlottesville memproyeksikan pembelian 24 kendaraan listrik tambahan antara 2028 dan 2030 dalam rencana penggantian armada yang diperbarui.
  2. 2Armada kota kini berisi 14 kendaraan listrik, termasuk bus listrik Charlottesville Area Transit.
  3. 3Studi elektrifikasi memperkirakan penghematan rata-rata $2.800 per kendaraan selama 10 tahun lewat biaya bahan bakar dan perawatan yang lebih rendah.
  4. 4Harga solar grosir naik dari sekitar $2,35 menjadi sekitar $5,50 per galon dalam setahun.
  5. 5Kota meminta sekitar $390.000 lewat Program Belanja Modal untuk infrastruktur pengisian daya.
Sebuah mobil hitam di jalan musim gugur yang indah melalui hutan Grand Est, Prancis.
Ilustrasi · Foto: Aurélien L'Hoost | 🇧🇪 / Pexels

Pemerintah Kota Charlottesville merencanakan penambahan 24 kendaraan listrik ke armadanya pada 2028 hingga 2030. Rencana itu dibahas dalam sesi kerja Dewan Kota pada Senin, saat harga solar grosir melonjak dan bus transit tua kerap mogok. Pembelian akan diputuskan lewat proses anggaran tahunan kota.

Angka itu tercantum dalam rencana penggantian armada dan peralatan versi terbaru.

Rencana tersebut dibahas para pejabat dalam sesi kerja Dewan Kota pada Senin. Pembahasan berlangsung ketika kota juga berusaha menangani masalah keandalan sejumlah bus transit umum yang sudah tua.

Saat ini armada kota telah memuat 14 kendaraan listrik. Jumlah itu mencakup kendaraan yang dipakai beberapa departemen serta bus listrik yang dioperasikan Charlottesville Area Transit.

Biaya bahan bakar menjadi salah satu pendorong pembahasan. Harga solar yang dibeli kota dalam jumlah besar naik dari sekitar $2,35 per galon setahun lalu menjadi sekitar $5,50 sekarang. Direktur Transit Garland Williams menilai kenaikan itu tidak berkelanjutan bagi kota.

Di sisi lain, bus transit yang lebih tua kerap mogok sehingga penumpang harus menunggu. Menurut Williams, gangguan semacam itu terjadi setiap hari.

Studi elektrifikasi armada kota menaksir mobil penumpang listrik sekitar $1.500 lebih mahal dibanding mobil bensin yang sebanding. Untuk SUV listrik yang lebih besar, selisihnya sekitar $18.000.

Meski harga beli lebih tinggi, studi yang sama memperkirakan penggantian dengan kendaraan listrik bisa menghemat rata-rata $2.800 per kendaraan dalam 10 tahun. Penghematan itu berasal dari ongkos bahan bakar dan perawatan yang lebih rendah.

Direktur Pekerjaan Umum Steven Hicks menyatakan kota menempuh pendekatan bertahap dalam mengganti kendaraan. Pertimbangannya mencakup kondisi, keandalan, keselamatan, dan kebutuhan operasional.

Pembelian kendaraan listrik dan infrastruktur pengisian daya yang diusulkan akan melewati proses anggaran tahunan kota. Waktu penggantian bergantung pada kondisi kendaraan, kebutuhan departemen, dana yang tersedia, dan perlu tidaknya opsi listrik.

Untuk fasilitas pengisian daya, kota mengajukan permintaan sekitar $390.000 lewat Program Belanja Modal (Capital Improvement Program).

Dengan demikian, rencana 2028–2030 belum berupa keputusan belanja final. Setiap pembelian harus lebih dulu dipertimbangkan dalam siklus anggaran tahunan.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Dari kacamata ekonomi, pembahasan di Charlottesville memperlihatkan tarik-menarik antara harga beli dan biaya operasional. Selisih harga awal yang sekitar $1.500 untuk mobil penumpang dan sekitar $18.000 untuk SUV besar tampak cukup lebar, terutama untuk kendaraan yang lebih besar. Namun, studi kota memperkirakan penghematan rata-rata $2.800 per kendaraan dalam 10 tahun. Karena angka itu merupakan rata-rata, hasil pada tiap jenis kendaraan berpotensi berbeda, dan hal tersebut patut dicermati saat anggaran dibahas.

Kenaikan harga solar grosir dari sekitar $2,35 menjadi sekitar $5,50 per galon dapat membuat perhitungan biaya bahan bakar semakin berat bagi kota. Williams sendiri menyebut level harga itu tidak berkelanjutan. Bila harga bahan bakar bertahan tinggi, kendaraan listrik berpotensi terlihat lebih menarik secara keuangan. Meski begitu, ada biaya tambahan di muka berupa permintaan sekitar $390.000 untuk infrastruktur pengisian daya. Masalah bus tua yang mogok setiap hari menambah pertanyaan apakah penggantian bus layak didahulukan. Karena semua pembelian harus melewati proses anggaran tahunan, keputusan akhirnya masih bergantung pada ketersediaan dana dan prioritas kota.

Bagi pembaca Indonesia, kasus ini relevan sebagai gambaran bagaimana pemerintah daerah menimbang harga bahan bakar terhadap biaya kendaraan. Perbandingan biaya selama masa pakai, bukan hanya harga beli, menjadi dasar utama rencana tersebut. Pendekatan bertahap yang disebut Hicks juga menunjukkan bahwa peralihan ini tidak dilakukan sekaligus.

Baca juga

Terbaru