Tarif Listrik Turun 2%: Berapa Biaya Mengisi Mobil dan Motor Listrik di Rumah?
Poin kunci
- 1Harga listrik ritel rata-rata turun 2% menjadi sekitar 2.159 VND/kWh sebelum PPN, berlaku 1 November 2026 berdasarkan Keputusan No. 2892/QD-BCT.
- 2Pengisian kendaraan listrik di rumah dengan kontrak listrik perumahan tetap memakai tarif perumahan.
- 3Skenario ilustratif: mobil listrik 40 kWh yang diisi 4 kali sebulan menambah biaya sekitar 552.000 VND per bulan sebelum PPN.
- 4Di Indonesia, pengisian di rumah umumnya paling ekonomis, dan baterai 60 kWh butuh sekitar Rp102.000 untuk penuh.

Harga listrik ritel di Vietnam turun rata-rata 2% mulai 1 November 2026, menjadi sekitar 2.159 VND/kWh sebelum PPN. Pengisian kendaraan listrik di rumah tetap memakai tarif perumahan, dan skenario ilustratif menunjukkan tambahan tagihan bulanan untuk mobil maupun motor listrik. Sementara itu, di Indonesia, pengisian di rumah disebut paling ekonomis, tetapi penjualan motor listrik masih lesu.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Harga listrik ritel di Vietnam turun rata-rata 2% mulai 1 November 2026, menjadi sekitar 2.159 VND/kWh sebelum PPN. Penyesuaian ini mengacu pada Keputusan No. 2892/QD-BCT tertanggal 31 Oktober 2026 dari Kementerian Perindustrian dan Perdagangan.
Perhitungan EVN yang diumumkan 4 November menyebut rumah tangga dengan pemakaian di bawah 900 kWh per bulan berpotensi membayar lebih ringan ketimbang tarif lama pada tingkat konsumsi yang sama. Sebaliknya, rumah tangga berkonsumsi tinggi bisa membayar lebih mahal.
Struktur tarif listrik rumah tangga kini dipangkas dari enam menjadi lima tingkat. Tarif terendah tercatat 1.901 VND/kWh dan tertinggi 3.844 VND/kWh.
Tagihan dihitung bertahap per tingkat, sehingga seluruh pemakaian tidak otomatis dikenai tarif tertinggi ketika ambang batas terlewati. Sebagai contoh, konsumsi 450 kWh sebulan terbagi ke empat tingkat, yakni 100, 100, 200, dan 50 kWh secara berurutan.
Bagi pemilik kendaraan listrik, pengisian daya di rumah dengan kontrak listrik perumahan tetap dikenai tarif perumahan. Ketentuan itu sesuai Surat Edaran 60/2025/TT-BCT.
Adapun stasiun pengisian daya bertegangan rendah hingga 0,4 kV memakai tarif tiga slot waktu. Pembeli listrik yang mengoperasikan stasiun semacam itu dikenai 4.212 VND/kWh sebelum PPN, menyesuaikan tingkat tegangan dan jangka waktu yang berlaku.
Dalam skenario ilustratif, mobil listrik berbaterai 40 kWh yang diisi empat kali sebulan, dengan susut daya sekitar 10%, memerlukan tambahan listrik sekitar 176 kWh. Biaya tambahan itu sekitar 552.000 VND per bulan sebelum PPN bagi keluarga yang sebelumnya memakai 300 kWh.
Untuk sepeda motor listrik berbaterai 2,5 kWh yang diisi 20 kali sebulan, dengan susut daya sekitar 10%, tambahan listrik sekitar 55 kWh. Tagihan keluarga yang sebelumnya memakai 250 kWh naik sekitar 159.000 VND per bulan sebelum PPN.
Keputusan No. 963/QD-BCT juga mengatur pembagian jam. Jam sibuk jatuh pada pukul 17.30 sampai 22.30 dari Senin hingga Sabtu, sedangkan hari Minggu tidak ada jam sibuk. Pukul 00.00 sampai 06.00 setiap hari termasuk di luar jam sibuk.
Di Indonesia, pengisian daya di rumah umumnya dinilai paling ekonomis. Dengan tarif rumah tangga golongan 3.500 VA ke atas sekitar Rp1.699 per kWh, baterai 60 kWh cukup dengan sekitar Rp102.000 hingga penuh.
Tarif listrik rumah di sini bisa turun menjadi sekitar Rp1.189 per kWh ketika malam tiba. Untuk fast charging di SPKLU, batas tarif maksimal ditetapkan Rp2.466 per kWh, belum termasuk biaya admin operator.
Pengguna juga diingatkan agar tidak memakai stopkontak darurat atau memodifikasi alat pengisi daya, karena keselamatan taruhannya. Pengisian cenderung melambat mendekati penuh demi menjaga umur baterai.
Di sisi pasar, penjualan motor listrik Indonesia menembus 77.000 unit pada 2024, lalu bertahan di kisaran 70.000 unit pada 2025. Data AISMOLI menunjukkan total penjualan hingga Agustus 2026 baru sekitar 18.900 unit.
Keterbatasan bengkel resmi, teknisi kelistrikan, dan suku cadang di banyak daerah, serta kekhawatiran kehabisan daya, ikut membebani minat beli.
Biaya penggantian dan penurunan performa baterai disebut menjadi salah satu pemicu keraguan terbesar konsumen.
Menurut Kaisar, produk asuransi mobil listrik di Indonesia masih terbatas, dan polis yang beredar belum sepenuhnya dirancang untuk risiko khas kendaraan listrik. Ia meminta perusahaan asuransi menyusun polis yang mencakup perlindungan baterai dan pengisian daya.
Dari sisi infrastruktur, PLN UID Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo meninjau SPKLU di ULP Inobonto pada hari Minggu. Peninjauan itu bagian dari perayaan Hari Listrik Nasional ke-81.
Di wilayah kerja PLN UP3 Kotamobagu tersedia 15 unit SPKLU di 6 lokasi layanan. Sebanyak 10 unit untuk roda empat dan 5 unit untuk roda dua.
"Ketersediaan infrastruktur yang andal dan mudah diakses adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik," kata Wahyu Prasetyo, General Manager PLN UID Sulawesi Utaratenggo.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Angka dalam skenario ilustratif patut dibaca hati-hati. Penurunan tarif rata-rata 2% adalah kabar baik bagi tagihan rumah tangga berkonsumsi di bawah 900 kWh per bulan, tetapi biaya tambahan sekitar 552.000 VND untuk mobil listrik dan 159.000 VND untuk motor listrik muncul karena listrik untuk kendaraan itu masuk ke tagihan rumah. Karena pengisian di rumah tetap dikenai tarif perumahan dan perhitungannya berjenjang, tambahan pemakaian dapat mendorong keluarga ke tingkat tarif yang lebih tinggi. Karena itu, penghematan dari tarif baru berpotensi tergerus oleh pola pemakaian yang meningkat.
Pembanding dari Indonesia menunjukkan logika serupa. Mengisi daya di rumah umumnya masih jauh lebih murah dibanding fast charging di SPKLU yang dibatasi maksimal Rp2.466 per kWh, apalagi bila memanfaatkan tarif malam sekitar Rp1.189 per kWh. Pembagian jam sibuk dan di luar jam sibuk pada skema Vietnam dapat menjadi pertimbangan pengguna dalam mengatur waktu pengisian. Namun, biaya listrik hanyalah satu bagian dari hitungan konsumen. Di Indonesia, keraguan pembeli motor listrik juga dipicu ketidakpastian insentif, biaya penggantian baterai, dan keterbatasan layanan purnajual. Perlindungan asuransi untuk baterai pun masih menjadi pertanyaan. Karena itu, murahnya tarif listrik rumah berpotensi belum cukup mendongkrak minat beli bila faktor-faktor tersebut belum terjawab, dan perluasan SPKLU seperti di wilayah UP3 Kotamobagu patut dicermati sebagai pelengkapnya.
- tarif listrik
- kendaraan listrik
- motor listrik
- mobil listrik
- Vietnam
- pengisian di rumah
Baca juga
Thailand Naikkan Bea Mobil Listrik Impor Utuh dari 10 ke 35 Persen
1 jam laluKebijakanKurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya?
31 Okt 2026, 14.41MobilMercedes-Benz Vietnam Luncurkan Lima Model Baru, Harga Rp-setara 1,59 Hingga 8,99 Miliar VND
30 Okt 2026, 12.31MobilSurvei Populix: Satu dari Lima Konsumen Muda Menengah Atas Tertarik Mobil Listrik atau Hybrid
kemarinTerbaru
- Produksi Mobil Naik 16% hingga September, Pemasok Komponen Ikut Terdorong · Bisnis Otomotif ·
- Toyota Tetap Merek Otomotif Paling Berharga 2026, Ferrari dan BYD Naik · Bisnis Otomotif ·
- Aira EV Diserbu Pembeli, Wuling Pastikan Air EV Tetap Diproduksi · Bisnis Otomotif ·
- Pemerintah Naikkan Subsidi Energi 2026 Jadi Rp500 Triliun, Harga Minyak Jauh di Atas Asumsi · Bisnis Otomotif ·
- Asuransi Mobil Listrik Sulit, Kaisar PKB: Alarm Kesiapan Industri Nasional · Kebijakan ·