Produksi Mobil Naik 16% hingga September, Pemasok Komponen Ikut Terdorong
Poin kunci
- 1Produksi kendaraan roda empat sampai September naik 16% secara tahunan.
- 2Kelompok fast moving parts mencatat permintaan lebih tinggi, baik untuk kendaraan baru maupun suku cadang pengganti.
- 3Lima model Wuling telah mencapai TKDN 60%, naik dari 40%, berkat perakitan baterai lokal.
- 4PMI Manufaktur Indonesia Oktober 2026 berada di 54,0, level tertinggi sejak Maret 2024.

Produksi kendaraan roda empat sepanjang Januari hingga September 2026 tumbuh 16% secara tahunan, dan kenaikan itu menggerakkan permintaan di industri komponen. Di sisi lain, Wuling Motors menyatakan lima modelnya kini memiliki TKDN 60% berkat perakitan baterai di dalam negeri. Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) menyebut permintaan komponen juga ditopang kendaraan komersial.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Produksi kendaraan roda empat nasional sampai September 2026 naik 16% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka itu disampaikan Sekretaris Jenderal GIAMM Rachmat Basuki.
"Untuk kendaraan roda empat (R4), secara tahunan sampai dengan September ada kenaikan 16%," kata Rachmat Basuki.
Peningkatan output pabrikan mendorong pesanan komponen kepada para pemasok. Hampir 90% anggota GIAMM merupakan pemasok bagi industri otomotif.
Permintaan terbesar datang dari kelompok fast moving parts. Kebutuhan kelompok ini naik, baik untuk perakitan kendaraan baru maupun untuk suku cadang pengganti.
Kendaraan komersial roda empat juga ikut menopang permintaan komponen, terutama karena kebutuhan pemerintah.
Permintaan komponen kendaraan listrik meningkat dalam dua tahun terakhir. Namun, sumbangannya bagi industri komponen nasional masih terbatas karena lokalisasi komponen jenis ini baru mulai berkembang.
"Dalam dua tahun terakhir ada kenaikan untuk kendaraan listrik, dikarenakan tingkat lokalisasinya baru mulai," ujar Rachmat Basuki.
Permintaan dari pasar suku cadang pengganti belum tentu langsung naik, sebab masih bergantung pada daya beli masyarakat.
Dari sisi pabrikan, Wuling Motors mencatat lima modelnya sudah mengantongi TKDN 60%.
Perakitan baterai mobil listrik secara lokal mendongkrak TKDN tersebut dari 40% menjadi 60%. Pekerjaan lokal itu meliputi pengemasan, pelindung, dan rangkaian kabel baterai.
Fasilitas Wuling di Cikarang menjalankan pengelasan, pengecatan, perakitan, serta pemeriksaan kualitas.
Geliat serupa tampak di sektor manufaktur secara umum. Indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global berada di 54,0 pada Oktober 2026, sedangkan posisi September 2026 adalah 52,4. Angka Oktober menjadi yang tertinggi sejak Maret 2024.
Pesanan baru manufaktur tumbuh paling cepat dalam lima tahun terakhir. Pesanan ekspor baru mencatat pertumbuhan tertinggi sejak survei PMI Indonesia dimulai pada April 2011.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Jalur pertama adalah volume: semakin banyak mobil dirakit, semakin besar kebutuhan pasokan dari anggota GIAMM, yang hampir 90% di antaranya memasok pabrikan.
Meski demikian, kontribusi komponen kendaraan listrik terhadap industri nasional masih terbatas karena lokalisasinya baru berjalan. Capaian Wuling berpotensi menjadi contoh arah pendalaman lokalisasi tersebut, tetapi seberapa jauh pola serupa dapat meluas patut dicermati. Permintaan di pasar suku cadang pengganti pun masih bergantung pada daya beli masyarakat, sehingga manfaat kenaikan produksi belum tentu merata ke seluruh pemasok. PMI Oktober yang menguat dapat menjadi latar yang mendukung, namun tafsir itu tetap perlu diuji pada data produksi bulan-bulan berikutnya.
- Produksi Mobil
- GIAMM
- Wuling Motors
- TKDN
- Kendaraan Komersial
Baca juga
Bappenas Paparkan 6 Strategi Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik RI
2 Nov 2026, 06.34MobilWuling Pamerkan Empat Mobil Listrik di PEVS 2026, Pembeli di Lokasi Dapat Voucher
30 Okt 2026, 06.17Bisnis OtomotifThailand Naikkan Bea Mobil Listrik Impor Utuh dari 10 ke 35 Persen
2 jam laluMobilSurvei Populix: Satu dari Lima Konsumen Muda Menengah Atas Tertarik Mobil Listrik atau Hybrid
kemarinTerbaru
- Tarif Listrik Turun 2%: Berapa Biaya Mengisi Mobil dan Motor Listrik di Rumah? · Bisnis Otomotif ·
- Toyota Tetap Merek Otomotif Paling Berharga 2026, Ferrari dan BYD Naik · Bisnis Otomotif ·
- Aira EV Diserbu Pembeli, Wuling Pastikan Air EV Tetap Diproduksi · Bisnis Otomotif ·
- Pemerintah Naikkan Subsidi Energi 2026 Jadi Rp500 Triliun, Harga Minyak Jauh di Atas Asumsi · Bisnis Otomotif ·
- Asuransi Mobil Listrik Sulit, Kaisar PKB: Alarm Kesiapan Industri Nasional · Kebijakan ·