Aira EV Diserbu Pembeli, Wuling Pastikan Air EV Tetap Diproduksi

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Air EV masih diproduksi dan dijual di dalam negeri; produksinya disesuaikan dengan permintaan konsumen.
  2. 2Aira EV mencatat lebih dari 5.000 pemesanan hingga September 2026, dan sekitar 2.500 unit sudah dikirim.
  3. 3Varian Long Range menyumbang sekitar 80 persen dari total pemesanan Aira EV.
  4. 4Harga Aira EV dipertahankan, dengan pemantauan kemungkinan perubahan untuk tahun depan.
  5. 5Lima model listrik Wuling, termasuk Aira EV, diklaim telah mencapai TKDN 60 persen.
Seorang penjual yang tersenyum dengan hijab di pasar yang ramai di Pontianak, Indonesia.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

Wuling Motors memastikan Air EV belum dihentikan produksinya di Indonesia, sementara Aira EV mengantongi lebih dari 5.000 pemesanan hingga September 2026. Sekitar 2.500 unit Aira EV sudah sampai ke konsumen, dan harga kedua model belum berubah.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Wuling Motors menegaskan Air EV belum akan disetop dari lini produksinya di Indonesia. Model tersebut masih dibuat dan dijual di dalam negeri.

Direktur Pemasaran Wuling Motors, Ricky Christian, menyebut produksi Air EV mengikuti permintaan konsumen di Indonesia. Menurut dia, penjualan Air EV tetap berjalan.

"Air EV-nya saat ini masih ada. Tapi memang kebanyakan konsumen lebih berminat ke Aira EV," kata Ricky Christian.

Pemesanan Aira EV tercatat melampaui 5.000 unit hingga September 2026, dan sekitar 2.500 unit telah dikirim ke konsumen. Karena mengejar pengiriman kepada pemesan, Wuling lebih memprioritaskan produksi Aira EV.

Varian Long Range menjadi favorit, menyumbang sekitar 80 persen dari seluruh pemesanan. "Paling banyak tipe Long Range dengan dominasi 80 persenan lah. Harga masih sama, tapi tahun depan kita masih akan monitor," ujar Ricky Christian.

Pada 2026, Wuling meluncurkan Aira EV sebagai pelengkap lini kendaraan listrik berbaterai, bukan sebagai penerus Air EV. Air EV sendiri merupakan produk pertama Wuling dan pelopor mobil listrik berukuran mikro di Indonesia, dengan penjualan yang dalam beberapa tahun telah melampaui puluhan ribu unit.

Di laman resmi Wuling Motors, Air EV dibanderol mulai Rp 214 jutaan untuk Lite Standard Range, Rp 251 jutaan untuk Lite Long Range, dan Rp 307 jutaan untuk Pro Long Range.

Dari sisi kandungan lokal, Wuling mengklaim lima model listriknya telah mencapai TKDN 60 persen. Perusahaan menyebut perakitan baterai di dalam negeri ikut mengerek TKDN dari 40 persen ke 60 persen.

Aktivitas manufaktur di fasilitas Cikarang, Jawa Barat, mencakup pengelasan bodi, pengecatan, perakitan, dan pemeriksaan kualitas dengan tenaga kerja lokal. Vice President Wuling Motors, Arif Pramadana, menyebut peningkatan ini bagian dari upaya memperbesar kontribusi bagi industri otomotif nasional.

"Pencapaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kontribusi terhadap industri otomotif nasional," kata Arif Pramadana.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Selisih harga yang lebar antara Aira EV dan Air EV dapat menjelaskan mengapa pembeli lebih banyak merapat ke model baru. Aira EV dipatok Rp 155 juta hingga sekitar Rp 175 juta, sedangkan Air EV di laman resmi mulai Rp 214 jutaan hingga Rp 307 jutaan. Dominasi varian Long Range sekitar 80 persen berpotensi menunjukkan bahwa konsumen memilih jarak tempuh lebih jauh pada harga yang masih terjangkau.

Bagi konsumen, kepastian harga yang dipertahankan, dengan pemantauan untuk tahun depan, patut dicermati karena belum ada jaminan harga akan tetap. Klaim TKDN 60 persen berpotensi menjadi faktor yang menopang daya saing harga, meski hubungan langsungnya terhadap banderol belum dijelaskan oleh perusahaan. Masih dijualnya Air EV memberi pilihan lain bagi pembeli yang menginginkan model yang lebih dulu hadir.

Baca juga

Terbaru