Farhan: Gaya Hidup Picu Inflasi Bandung 2,95 Persen, BBM Teratas
Poin kunci
- 1Inflasi tahunan Kota Bandung pada data Oktober 2025-2026 mencapai 2,95 persen, sedangkan inflasi tahun kalender Januari-Oktober 2026 sebesar 2,18 persen.
- 2BBM berada di urutan pertama dari 10 besar pemicu inflasi Bandung, disusul kontrak rumah, lalu sewa rumah atau kos-kosan.
- 3Sigaret kretek putih menempati urutan keempat dan transportasi udara urutan kesembilan.
- 4Pemkot Bandung bersiap menghadapi lima momen besar akhir 2026 hingga awal 2027: Nataru, Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2027, dan SPMB.
- 5Harga rata-rata beras di Bandung sekitar Rp 13.585 per kilogram, sementara surplus beras disebut mencapai sekitar 35.000 ton.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut gaya hidup sebagai pemicu inflasi di kotanya, dengan BBM di urutan pertama dan sewa rumah menyusul.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai pola hidup warga turut mendorong kenaikan harga di kotanya.
"Beberapa pemicu inflasi di Kota Bandung itu justru dipicunya oleh gaya hidup ya," kata Muhammad Farhan.
Secara tahunan (year on year), inflasi Kota Bandung pada data Oktober 2025-2026 berada di angka 2,95 persen. Adapun inflasi tahun kalender (year to date) dari Januari hingga Oktober 2026 tercatat 2,18 persen.
Dalam daftar 10 besar penyumbang inflasi, Farhan menempatkan BBM di urutan pertama dan kontrak rumah di urutan kedua. Sewa rumah atau kos-kosan berada di posisi ketiga.
Sigaret kretek putih menempati urutan keempat, sedangkan transportasi udara ada di urutan kesembilan. Farhan juga menyebut kenaikan harga emas perhiasan sebagai salah satu pemicu.
Pertumbuhan ekonomi semester II tercatat 5,78 persen. Angka itu disampaikan bersama data inflasi tahun kalender.
Pemkot Bandung menyiapkan kewaspadaan menghadapi lima momen besar menjelang akhir 2026, yakni Nataru, Imlek, Ramadhan, Idul Fitri 2027, dan SPMB. "Ini lima rangkaian berdekatan yang memang harus kita waspadai karena ini yang bisa memicu inflasi," kata Muhammad Farhan.
Bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pemkot berencana memperketat pemantauan harga dan menjamin stok pangan tersedia. Distribusi dari pasar induk ke pasar tradisional juga akan dijaga agar tetap lancar.
Di sektor pangan, harga beras rata-rata di Bandung berkisar Rp 13.585 per kilogram. Nilai itu melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) sekitar Rp 85.
Pemkot menyatakan surplus beras mencapai sekitar 35.000 ton dari berbagai varietas. "Kita pastikan stoknya ada. Stok beras banyak sekali. Kita punya surplus beras sampai 35.000 ton," kata Muhammad Farhan.
Berdasarkan data sampai Oktober 2026, arus perjalanan ke Bandung tercatat sekitar 18 juta kali masuk dan 14 juta kali keluar. Selisihnya 4 juta perjalanan. Untuk moda udara, penumpang pesawat di bandara sampai 2 November 2026 rata-rata sekitar 2.200 orang per hari.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Posisi BBM sebagai pemicu inflasi terbesar di Bandung patut dicermati karena BBM menyentuh hampir semua rantai biaya, dari ongkos angkut hingga mobilitas harian warga. Karena BBM dan transportasi udara sama-sama masuk 10 besar, belanja yang berkaitan dengan perjalanan berpotensi menjadi komponen penting dalam pergerakan harga kota ini. Arus perjalanan yang besar, sekitar 18 juta masuk dan 14 juta keluar, dapat memperbesar kebutuhan bahan bakar di wilayah tersebut.
Sewa rumah dan kos-kosan yang bertengger di urutan kedua dan ketiga menunjukkan bahwa biaya tempat tinggal ikut menekan pengeluaran warga. Dengan inflasi tahunan 2,95 persen dan inflasi tahun kalender 2,18 persen, menjadi pertanyaan apakah tekanan harga akan bertambah saat lima momen besar akhir 2026 tiba. Di sisi lain, surplus beras sekitar 35.000 ton dapat menjadi bantalan bagi harga pangan, meski harga rata-rata beras saat ini sedikit di atas HET.
- Muhammad Farhan
- Wali Kota Bandung
- Inflasi Bandung
- BBM
- Sewa rumah
Baca juga
Pemerintah Naikkan Subsidi Energi 2026 Jadi Rp500 Triliun, Harga Minyak Jauh di Atas Asumsi
18 jam laluBisnis OtomotifMAB Minta Insentif EV Diperluas ke Bus dan Truk, Beban Subsidi BBM Bisa Turun
31 Okt 2026, 13.15Bisnis OtomotifHarga BBM 30 Oktober 2026 Stabil: Pertamax Jakarta Rp15.950 per Liter
30 Okt 2026, 16.18Bisnis OtomotifPasar Prediksi The Fed Tahan Suku Bunga Oktober, Fokus Beralih ke Sinyal Kenaikan Desember
28 Okt 2026, 19.03Terbaru
- Jaecoo Tepis Cacat Produksi pada Roda J5 yang Lepas, Rujuk Keterangan Pemilik · Mobil ·
- Produksi Mobil Naik 16% hingga September, Pemasok Komponen Ikut Terdorong · Bisnis Otomotif ·
- Thailand Naikkan Bea Mobil Listrik Impor Utuh dari 10 ke 35 Persen · Bisnis Otomotif ·
- Tarif Listrik Turun 2%: Berapa Biaya Mengisi Mobil dan Motor Listrik di Rumah? · Bisnis Otomotif ·
- Toyota Tetap Merek Otomotif Paling Berharga 2026, Ferrari dan BYD Naik · Bisnis Otomotif ·
- Aira EV Diserbu Pembeli, Wuling Pastikan Air EV Tetap Diproduksi · Bisnis Otomotif ·