Jaecoo Tepis Cacat Produksi pada Roda J5 yang Lepas, Rujuk Keterangan Pemilik

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Hasil pemeriksaan Jaecoo tidak menemukan indikasi cacat produk sebagai penyebab insiden.
  2. 2Menurut pabrikan, mobil lebih dulu membentur trotoar dan pagar pembatas jalan, baru kemudian roda depan terlepas.
  3. 3Pabrikan menyatakan rangkaian kejadian sesuai dengan keterangan pemilik kendaraan.
  4. 4Roda yang terlepas adalah roda depan, bukan roda belakang seperti disebut sejumlah pemberitaan.
  5. 5Kendaraan sedang diperbaiki, dan tim aftersales memprioritaskan ketersediaan suku cadang.
Sebuah SUV perak melaju di jalan tol yang dikelilingi oleh pepohonan hijau subur dan awan dramatis.
Ilustrasi · Foto: Sami Aksu / Pexels

Jaecoo Indonesia menyatakan lepasnya roda depan satu unit J5 EV dalam insiden di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Rabu, 4 November 2026, bukan akibat cacat produksi. Kesimpulan itu diambil setelah tim teknis memeriksa mobil dan berkomunikasi langsung dengan pemilik. Menurut pabrikan, roda baru terlepas setelah mobil menghantam trotoar dan pagar pembatas jalan.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Jaecoo Indonesia menegaskan bahwa lepasnya roda depan pada satu unit J5 EV bukan berasal dari cacat produksi. Pernyataan itu muncul setelah kejadian tersebut ramai dibicarakan di media sosial.

Peristiwa berlangsung pada Rabu, 4 November 2026, di ruas Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Rekaman yang beredar memperlihatkan SUV listrik itu dengan roda depan kanan rusak.

Dalam video lain, tampak sebuah ban dan komponen bemper depan tergeletak di badan jalan. Pagar pembatas di sekitar lokasi juga terlihat rusak.

Pabrikan mengaku sudah menyelidiki kejadian ini dan tidak menemukan tanda bahwa cacat produk menjadi pemicunya. Hasil pemeriksaan teknis itu menjadi dasar bantahan terhadap dugaan kerusakan komponen sejak dari pabrik.

"Terlepasnya roda tersebut merupakan akibat dari benturan, bukan penyebab terjadinya insiden," kata Jaecoo Indonesia dalam pernyataan resminya.

Urutan peristiwa versi pabrikan bermula dari benturan. Temuan tim teknis menyebut mobil lebih dulu menghantam trotoar dan pagar pembatas jalan, dan baru setelah itu roda depan lepas.

Cara pabrikan sampai pada kesimpulan itu patut disimak. Jaecoo menyebut penyelidikan dilakukan dengan berkomunikasi langsung bersama pemilik kendaraan. Dalam keterangan lain, perusahaan menyatakan rangkaian kejadian yang mereka paparkan sesuai dengan keterangan pemilik, selain tidak ditemukannya indikasi cacat produk.

"Kami telah berkomunikasi secara langsung dengan pemilik kendaraan dan memberikan dukungan aftersales," kata Jaecoo Indonesia.

Pabrikan juga meluruskan satu hal yang sempat simpang siur. Roda yang terdampak adalah roda depan, bukan roda belakang sebagaimana ditulis dalam beberapa pemberitaan. Salah satu pemberitaan yang beredar memang memakai judul tentang patahnya as roda belakang pada mobil asal China.

Selain roda, benturan itu turut merusak bagian bodi sisi kanan depan. Kerusakan mencakup bumper, fender, dan pintu depan di sisi yang sama.

Saat ini mobil tersebut sedang menjalani perbaikan. Tim Aftersales Jaecoo Indonesia mengoordinasikan tindak lanjut dan mengutamakan ketersediaan suku cadang.

Pabrikan berjanji tetap mendampingi pemilik. "Kami akan terus memberikan dukungan kepada pemilik kendaraan dan menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan perbaikan," kata Jaecoo Indonesia.

Sejumlah hal teknis belum tercakup dalam keterangan pabrikan. Pernyataan itu belum menjelaskan kecepatan mobil ketika kejadian, seberapa parah kerusakan pada komponen kaki-kaki, serta hasil pemeriksaan suspensi dan sistem pengikat roda.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Kesimpulan Jaecoo bertumpu pada dua pijakan yang berbeda sifatnya. Pijakan pertama adalah pemeriksaan teknis yang menurut pabrikan tidak menemukan indikasi cacat produk. Pijakan kedua adalah komunikasi langsung dengan pemilik, dan pabrikan menyebut rangkaian kejadian sesuai dengan keterangan pemilik. Urutan benturan lebih dulu, lepasnya roda kemudian, berpotensi bersumber dari penuturan pemilik yang kemudian dicocokkan dengan temuan tim teknis. Namun hal itu tetap tafsir, karena rincian cara pencocokan tidak dipaparkan.

Komponen-komponen itu dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pembaca yang ingin menilai seberapa kuat dasar pernyataan bahwa roda lepas akibat benturan. Karena pernyataan itu disampaikan oleh pihak yang produknya terlibat, publik dapat menantikan apakah rincian pemeriksaan akan disampaikan seiring berjalannya perbaikan, sebab pabrikan berjanji menyampaikan informasi terkini soal perkembangan perbaikan. Pelurusan bahwa roda yang terlepas adalah roda depan, bukan belakang, juga menunjukkan betapa cepat informasi awal di media sosial dan pemberitaan dapat bergeser.

  • Jaecoo
  • Tanah Abang
  • cacat produksi

Baca juga

Terbaru