Enam Mobil Listrik Bekas Layak Dilirik Akhir 2026, Harga Mulai Rp95 Juta

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Wuling Air EV dipasarkan bekas dengan kisaran iklan Rp95 juta–Rp140 juta dan dinilai cocok untuk mobilitas perkotaan.
  2. 2Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range 2022-2023 beredar di iklan bekas sekitar Rp385 juta–Rp469 juta.
  3. 3Kondisi baterai disebut faktor terpenting karena berpengaruh langsung pada jarak tempuh dan biaya perbaikan.
  4. 4Penurunan harga unit baru dapat memengaruhi nilai jual kembali mobil listrik generasi sebelumnya.
Dekat mobil listrik sedang mengisi daya di stasiun di tempat parkir kota, menampilkan teknologi energi bersih.
Ilustrasi · Foto: Kindel Media / Pexels

Pasar mobil listrik bekas di Indonesia pada akhir 2026 dinilai layak dipertimbangkan, terutama untuk pemakaian harian. Enam model dari kelas kompak hingga SUV dan MPV ditawarkan dengan kisaran iklan Rp95 juta hingga Rp469 juta, dan kondisi baterai menjadi penentu utama sebelum membeli.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Calon pembeli yang ingin berpindah ke kendaraan listrik kini punya opsi di pasar seken.

Minat itu muncul dari konsumen yang ingin merasakan kendaraan elektrifikasi tanpa harus menyiapkan dana sebesar harga unit baru. Enam model dari kelas kompak sampai SUV dan MPV masuk daftar yang dapat dilirik.

Wuling Air EV menjadi yang termurah. Di iklan bekas, mobil ini ditawarkan Rp95 juta hingga Rp140 juta, dan dimensinya yang ringkas membuatnya dinilai cocok untuk mobilitas perkotaan.

Untuk yang menginginkan bentuk hatchback, Wuling Binguo EV ditawarkan Rp175 juta–Rp200 juta pada sejumlah unit 2024. Kabin dan bagasinya disebut lebih fleksibel. MG 4 EV, juga hatchback, memiliki kisaran indikatif sekitar Rp270 juta–Rp335 juta dengan karakter berkendara yang dinamis.

Neta V, berbentuk SUV kompak, dipasarkan Rp150 juta–Rp200 juta untuk sejumlah unit 2023-2024.

Di ujung atas daftar, Hyundai Ioniq 5 Signature Long Range 2022-2023 diiklankan sekitar Rp385 juta–Rp469 juta. Mobil ini menawarkan kabin luas dan fitur yang lebih lengkap.

Besaran harga tersebut ditentukan sejumlah faktor: usia kendaraan, kondisi baterai, jarak tempuh, kelengkapan dokumen, riwayat servis, serta pergerakan harga mobil listrik baru. Angka di iklan pun hanya patokan, sehingga harga, ketersediaan unit, dan kondisi kendaraan perlu dicek ulang di pasar setempat.

Pemeriksaan mobil listrik juga berbeda dari mobil bensin.

Baterai dipandang sebagai faktor paling penting, sebab kondisinya memengaruhi langsung jarak tempuh dan biaya perbaikan bila terjadi kerusakan.

Sementara itu, turunnya harga unit baru dapat menekan nilai jual kembali kendaraan listrik generasi sebelumnya. Kondisi ini membuka peluang mendapatkan mobil dengan fitur modern pada harga yang lebih terjangkau.

Sebagai pembanding, pembeli yang anggarannya di bawah Rp100 juta masih bisa mendapatkan mobil bensin bekas irit BBM, misalnya Suzuki Karimun Wagon R 2014-2017 yang banyak ditawarkan di bawah Rp90 juta. Wuling Air EV menjadi satu-satunya model listrik dalam daftar yang kisaran harganya mulai menyentuh area tersebut.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Kisaran harga yang lebar, dari Rp95 juta untuk Wuling Air EV hingga Rp469 juta untuk Hyundai Ioniq 5, menunjukkan bahwa pasar mobil listrik bekas dapat melayani anggaran yang sangat berbeda. Pembeli berpotensi menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, mulai dari mobil kota yang ringkas hingga MPV untuk keluarga, tanpa harus menuju unit baru.

Namun, faktor yang menentukan nilai sebuah unit tidak hanya tertera di angka iklan. Kondisi baterai, riwayat servis, dan kelengkapan dokumen dapat membuat dua unit bertahun sama berharga berbeda. Karena baterai disebut berpengaruh langsung pada jarak tempuh dan biaya perbaikan, pemeriksaan komponen khusus patut dicermati sebelum transaksi. Di sisi lain, harga unit baru yang turun berpotensi terus menekan harga seken, sehingga waktu membeli menjadi pertimbangan tersendiri. Bagi pembeli beranggaran di bawah Rp100 juta, mobil bensin bekas irit BBM seperti yang dibahas dalam pembanding tetap menjadi alternatif.

Baca juga

Terbaru