Bappenas Paparkan 6 Strategi Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik RI
Poin kunci
- 1Bappenas menyebut enam strategi yang perlu ditempuh pemerintah untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik.
- 2Target TKDN mobil listrik roda empat ditetapkan 80 persen pada 2030, dengan fokus baterai, elektronika, dan sistem penggerak motor listrik.
- 3Kebutuhan pendanaan NDC diperkirakan mencapai 281 miliar dolar AS dan tidak bisa hanya bertumpu pada APBN.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy memaparkan enam strategi memperkuat ekosistem kendaraan listrik saat pameran PEVS 2026 dibuka di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. Isinya mencakup kepastian insentif, TKDN 80 persen pada 2030, infrastruktur pengisian daya, daur ulang baterai, kota cerdas, dan pembiayaan inovatif. Tujuannya menjadikan Indonesia pemain utama kendaraan listrik global.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Pemerintah menyiapkan enam langkah untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri. Rachmat Pambudy, Menteri PPN/Kepala Bappenas, menyampaikannya saat membuka Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
Langkah pertama menyangkut kepastian insentif jangka menengah. "Pertama diperlukan kepastian insentif jangka menengah," kata Rachmat Pambudy. Bentuknya tidak harus subsidi langsung, tetapi dapat berupa insentif fiskal, dukungan pemerintah daerah, atau kebijakan lain.
Langkah kedua adalah menaikkan pemakaian komponen lokal secara bertahap. Target TKDN kendaraan roda empat ditetapkan mencapai 80 persen pada 2030. Fokusnya pada industri baterai, elektronika, dan sistem penggerak motor listrik.
Langkah ketiga berkaitan dengan infrastruktur pengisian daya yang berpegang pada standar jelas. Cakupannya meliputi percepatan SPKLU, peningkatan konektivitas, dan penerapan standar konektor. Pembangunan infrastruktur itu perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna kendaraan listrik.
Langkah keempat adalah ekonomi sirkular baterai lewat pengembangan industri daur ulang. Industri ini dinilai berpotensi membuka peluang usaha baru. Peluang bisnis tersebut diklaim bernilai triliunan rupiah.
Kendaraan listrik juga didorong masuk ke angkutan umum massal yang terintegrasi dengan konsep tersebut.
Langkah keenam menyangkut skema pembiayaan inovatif. Kebutuhan dana untuk memenuhi NDC diperkirakan mencapai 281 miliar dolar AS. Rachmat menyatakan sumber dana tidak dapat hanya mengandalkan APBN, sehingga diperlukan pembiayaan yang beragam. Bappenas menyebut dibutuhkan skema keuangan multimoda dari swasta dan global.
Rachmat menegaskan arti penting pengembangan mobil listrik bagi banyak sektor. "Mobilitas yang bersih dan efisien merupakan agenda lingkungan, agenda ekonomi, agenda ketahanan energi, sekaligus agenda daya saing industri nasional," kata Rachmat Pambudy.
Ia juga mengajak memanfaatkan momentum untuk membangun industri otomotif nasional. Rachmat mengingatkan bahwa Presiden Prabowo Subianto lebih dulu menyuarakan cita-cita Indonesia punya industri otomotif sendiri. "Bappenas akan terus mendukung upaya tersebut dan tentu membutuhkan dukungan dari berbagai pihak karena ini merupakan pekerjaan bersama," kata Rachmat Pambudy.
Proyeksi pasar global menjadi latar paparan itu. Penjualan kendaraan listrik dunia pada 2026 diperkirakan menembus 23 juta unit, setara 30 persen pasar mobil global.
Di sisi pembiayaan, minat pasar domestik tampak meningkat. Data OJK mencatat pembiayaan mobil listrik dan hybrid bekas naik 103,06% secara tahunan menjadi Rp1,52 triliun pada Juli 2026. Pada bulan yang sama, pembiayaan mobil bekas konvensional turun 4,52% menjadi Rp86,25 triliun.
Penyaluran pembiayaan baru kendaraan listrik PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) hingga Agustus 2026 melonjak sekitar 13,8 kali lipat dari periode yang sama tahun lalu. Segmen mobil baru perusahaan itu tumbuh sekitar 9,4 kali lipat.
"Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan adanya perkembangan minat masyarakat terhadap alternatif mobilitas yang semakin beragam," kata Aditia Fakhri Ramadhani, Corporate Secretary BRI Finance.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Dari sisi kebijakan, urutan strategi menempatkan kepastian insentif di posisi pertama. Hal itu dapat dibaca sebagai sinyal bahwa arah dukungan fiskal jangka menengah dianggap penentu bagi industri. Rumusan yang tidak harus berupa subsidi langsung membuka ruang bagi insentif pajak dan peran pemerintah daerah, sehingga pilihan instrumennya patut dicermati. Target TKDN 80 persen pada 2030 berpotensi menjadi alat untuk mengaitkan insentif dengan penguatan industri baterai, elektronika, dan penggerak motor listrik di dalam negeri.
Aspek pendanaan juga menjadi pertanyaan politik anggaran. Kebutuhan NDC sebesar 281 miliar dolar AS disebut tidak dapat hanya ditopang APBN, sehingga peran swasta dan pembiayaan global berpotensi menentukan kecepatan transisi. Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik di pasar domestik dapat menjadi indikasi awal minat konsumen, tetapi belum otomatis menjawab kebutuhan dana sebesar itu. Penegasan Rachmat soal cita-cita industri otomotif nasional yang disebut berasal dari Presiden Prabowo memberi bingkai politik bagi seluruh paket strategi ini.
- Bappenas
- Kendaraan Listrik
- Rachmat Pambudy
- PEVS 2026
- TKDN
- Daur Ulang Baterai
Baca juga
Wuling Pamerkan Empat Mobil Listrik di PEVS 2026, Pembeli di Lokasi Dapat Voucher
30 Okt 2026, 06.17Kendaraan ListrikHari Ketiga PEVS 2026 Padat Pengunjung, Test Drive Jadi Primadona
kemarinBisnis OtomotifMAB Minta Insentif EV Diperluas ke Bus dan Truk, Beban Subsidi BBM Bisa Turun
kemarinKebijakanKurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya?
kemarinTerbaru
- Laba Astra di Luar Pos Nonberulang Rp24,6 Triliun hingga September, Turun Tipis; Laba Bersih Rp21,6 Triliun · Bisnis Otomotif ·
- Kronologi Truk Molen Rem Blong Tabrak Halte di Bekasi, 6 Tewas, Sopir Ditangkap · Mobil ·
- Suzuki Salip Honda ke Posisi Kedua Produsen Jepang, Fronx Baru Diuji · Bisnis Otomotif ·
- Insentif Mobil Hybrid Dibahas, tetapi Nominal dan Waktunya Belum Jelas · Bisnis Otomotif ·
- BYD M6 EV Standar Rp414 Juta di Makassar, Lebih Mahal dari Harga Jakarta · Bisnis Otomotif ·
- Acosta Juara Sprint Sepang, Marquez Kedua; Martin Mundur dari GP Malaysia · Motor ·