Saham Rivian Naik 6% Usai Laba Kuartal III Tumbuh 38%, R2 Jadi EV Terlaris
Poin kunci
- 1Saham naik lebih dari 6% pada Jumat dan ditutup di $12,16, setelah sebelumnya anjlok lebih dari 40% sepanjang tahun ini.
- 2R2 menjadi kendaraan terlaris Rivian berdasarkan volume pada kuartal ketiga.
- 3Rugi laba kotor segmen otomotif menyusut menjadi $80 juta dari $130 juta setahun sebelumnya.
- 4Rivian menargetkan laba kotor otomotif positif pada akhir 2026.

Saham Rivian menguat lebih dari 6% pada Jumat (30/10/2026) dan ditutup di $12,16 setelah perusahaan mengumumkan pendapatan kuartal III sebesar $2,15 miliar, naik 38% secara tahunan. SUV R2 yang meluncur kurang dari enam bulan lalu kini menjadi kendaraan listrik terlaris Rivian berdasarkan volume.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Saham produsen kendaraan listrik Rivian melonjak pada Jumat (30/10/2026) setelah laporan kinerja terbarunya menumbuhkan optimisme bahwa perusahaan menuju kondisi yang lebih baik. Kenaikan lebih dari 6% membawa saham itu ditutup di $12,16.
Perusahaan yang bermarkas di Irvine, California, itu membukukan pendapatan $2,15 miliar untuk periode Juli–September, tumbuh 38% dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut juga melampaui perkiraan analis industri.
Pengiriman kendaraan naik 46%, didorong oleh R2 yang diluncurkan pada Juni. Rivian menyebut SUV yang lebih murah dibanding R1 generasi pertama itu sebagai kendaraan listrik terlarisnya hanya dalam waktu kurang dari enam bulan sejak peluncuran.
"Kami mencatat hasil yang bagus dengan R2 menjadi kendaraan terlaris kami berdasarkan volume pada kuartal ketiga," kata RJ Scaringe, pendiri dan CEO Rivian. Menurut Scaringe, R2 yang dirakit di pabrik Normal mendapat ulasan sangat positif.
Dari sisi produksi, pabrik di Normal, Illinois, menghasilkan 19.751 kendaraan pada kuartal tersebut, sedangkan unit yang sampai ke pelanggan berjumlah 19.248.
Di lini otomotif, Rivian masih mencatat rugi laba kotor $80 juta pada kuartal ketiga, lebih kecil dibanding rugi $130 juta pada periode yang sama tahun lalu. Laba kotor gabungan seluruh segmen usaha mencapai $176 juta, membaik $152 juta dari kuartal III tahun lalu. Scaringe menyatakan perusahaan membidik laba kotor otomotif positif pada akhir 2026.
Rivian belum pernah meraup laba sejak berdiri pada 2009, dan tahun lalu perusahaan merugi $3,6 miliar. Sepanjang tahun ini, harga sahamnya sempat anjlok lebih dari 40% sebelum menguat pada Jumat.
Pekan ini Rivian mulai menyerahkan varian R2 Performance kepada pelanggan umum, dengan banderol mulai $57.990. Perusahaan juga memangkas sekitar 2% tenaga kerjanya setelah pengiriman perdana R2.
Di bidang teknologi, fitur Autonomy+ terpasang pada setiap R1 dan R2 dan dapat berkendara tanpa tangan di jutaan mil jalan. Rivian tengah mengembangkan fitur Point to Point, yang memungkinkan pengguna memasukkan alamat lalu kendaraan mengikuti rute dari awal sampai akhir dengan pengawasan pengemudi. "Mengenai peta jalan teknologi kami, platform otonomi kami berkembang pesat," kata Scaringe.
Rivian dijadwalkan membahas lebih jauh teknologi berkendara tanpa tangan dalam acara Autonomy and AI Day pada Rabu, 9 Desember. Pada kuartal ketiga, perusahaan menjadi tuan rumah lebih dari 103.000 sesi test drive R1 dan R2, sementara Amazon menambah van pengiriman listrik Rivian ke armadanya.
Analis Needham & Company, Chris Pierce, menilai posisi Rivian sedang bergerak relatif terhadap pesaing. "Mereka sedang mempersempit jarak dengan Tesla dan memperlebar jarak dengan produsen tradisional seperti GM dan Ford," kata Pierce.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Reaksi pasar pada Jumat dapat dibaca sebagai respons terhadap arah perbaikan, bukan terhadap laba. Rivian masih rugi di lini otomotif, tetapi selisih ruginya menyempit dari $130 juta menjadi $80 juta, dan perusahaan menargetkan laba kotor otomotif positif pada akhir 2026. Bagi investor yang sebelumnya menyaksikan saham turun lebih dari 40% sepanjang tahun, tren penyempitan rugi itu berpotensi menjadi alasan utama kembalinya minat beli.
Peran R2 patut dicermati. Model yang lebih murah dibanding R1 ini disebut sebagai kendaraan terlaris perusahaan dalam waktu kurang dari enam bulan, sejalan dengan kenaikan pengiriman 46%. Hal itu dapat menunjukkan bahwa strategi menurunkan harga membuka pasar yang lebih luas. Namun, rekor kerugian tahun lalu sebesar $3,6 miliar menjadi pertanyaan tersendiri: seberapa cepat skala penjualan R2 mampu menutup jarak menuju laba, terutama setelah perusahaan memangkas sekitar 2% tenaga kerjanya. Penilaian analis bahwa Rivian mempersempit jarak dengan Tesla juga masih perlu diuji pada kuartal-kuartal berikutnya, termasuk lewat paparan teknologi otonomi pada 9 Desember.
- Rivian
- saham Rivian
- kendaraan listrik
Baca juga
Renault Andalkan Twingo EV dan Disiplin Harga, Penjualan Grup Turun 6%
kemarinBisnis OtomotifLaba Astra Q3 2026 Turun 12% ke Rp21,6 T, Didorong Item Non-Recurring
29 Okt 2026, 06.05MobilWuling Pamerkan Empat Mobil Listrik di PEVS 2026, Pembeli di Lokasi Dapat Voucher
kemarinBisnis OtomotifMKNT Bebas Suspend, Laba Menguat 1.090 Persen, Saham Kembali Berdagang Reguler
26 Okt 2026, 08.35Terbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·