Hyundai Akui Sulit Cari Pembeli Mobil Hidrogen, Bukan Hanya Soal SPBU
Poin kunci
- 1Scott Nargar, Senior Manager of Future Mobility & Government Relations di Hyundai Australia, menyebut pelanggan sebagai tantangan terbesar mobil hidrogen.
- 2Mobil hidrogen lebih mahal daripada kendaraan bensin maupun listrik yang setara.
- 3Stasiun pengisian hidrogen hampir tidak berkembang berarti, sedangkan pengisian listrik terus bertambah.
- 4Fokus komersial Hyundai condong ke mobil listrik baterai lewat IONIQ P dan rencana IONIQ 7.
- 5Nexo generasi kedua diperkenalkan pada 2025 dan diklaim menempuh sekitar 700 kilometer per tangki.

Eksekutif Hyundai Australia, Scott Nargar, mengakui bahwa kesulitan terbesar kendaraan hidrogen adalah menemukan orang yang mau membelinya, bukan semata keterbatasan stasiun pengisian. Pengakuan itu disampaikan kepada CarExpert dan kini menjadi bahan perbincangan industri otomotif. Fokus komersial Hyundai pun tampak bergeser ke mobil listrik berbasis baterai.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Hyundai mengakui bahwa persoalan utama mobil hidrogen tidak berhenti pada minimnya tempat pengisian. Sulitnya menemukan konsumen yang bersedia membeli disebut sebagai tantangan yang lebih besar.
Pengakuan itu datang dari Scott Nargar, eksekutif Hyundai Australia yang menjabat Senior Manager of Future Mobility & Government Relations, saat berbicara kepada CarExpert. "Hal terbesar adalah Anda harus menemukan pelanggan," kata Scott Nargar.
Harga menjadi salah satu penghalang. Kendaraan bertenaga hidrogen dibanderol lebih tinggi daripada mobil bensin maupun mobil listrik yang sepadan. Di sisi lain, harga mobil listrik baru kini jauh lebih murah dibanding satu dekade silam.
Infrastruktur juga belum banyak bergerak. Jumlah stasiun pengisian hidrogen nyaris tidak bertambah berarti, sementara fasilitas pengisian listrik terus meluas.
Padahal, teknologi ini dibayangkan bisa dikendarai layaknya mobil listrik, diisi dalam hitungan menit, dan bebas emisi berbahaya. Toyota lewat Mirai, Hyundai lewat Nexo generasi baru, serta BMW, General Motors, dan Honda pernah menjajal hidrogen dengan hasil yang beragam.
Pendekatan Hyundai pada hidrogen untuk mobil penumpang disebut lebih hati-hati dibanding Toyota. Sebagian besar unit hidrogennya masih berada pada tahap uji coba di jalan sesungguhnya.
Arah bisnis perusahaan kini lebih condong ke mobil listrik berbasis baterai, tampak dari model IONIQ P dan rencana kehadiran IONIQ 7.
Nexo generasi kedua dikenalkan pada 2025 sebagai model global. Mobil ini diklaim sanggup menempuh sekitar 435 mil, atau sekitar 700 kilometer, dalam sekali isi penuh.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Pengakuan Hyundai dapat dibaca sebagai pergeseran cara pandang. Selama ini hambatan hidrogen kerap dirumuskan sebagai soal stasiun pengisian. Pernyataan Scott Nargar menunjukkan bahwa permintaan konsumen menjadi persoalan tersendiri, sehingga pembangunan infrastruktur saja berpotensi tidak cukup untuk mendongkrak penjualan.
Fakta bahwa mobil hidrogen lebih mahal, sementara harga mobil listrik baru jauh lebih rendah dibanding satu dekade lalu, dapat memperlemah daya tarik hidrogen di mata pembeli. Ditambah jaringan pengisian listrik yang terus bertambah, pilihan baterai berpotensi tampak lebih praktis. Karena itu patut dicermati apakah arah Hyundai yang condong ke IONIQ P dan IONIQ 7 akan menjadi pola bagi produsen lain yang pernah mencoba hidrogen.
- Hyundai
- Scott Nargar
- mobil hidrogen
- mobil listrik
- CarExpert
- Hyundai Australia
Baca juga
Porsche Balik ke 911, Mengapa EV Kencang Belum Tentu Seru Dikendarai?
10 jam laluBisnis OtomotifRenault Andalkan Twingo EV dan Disiplin Harga, Penjualan Grup Turun 6%
30 Okt 2026, 06.02MobilJaecoo J5 Pimpin Mobil Listrik Terlaris, Terjual 16 Ribu Unit di Semester I 2026
1 Nov 2026, 06.08KebijakanMenperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu
31 Okt 2026, 20.15Terbaru
- Hybrid Jepang Lawan EV China di GIIAS Makassar, Test Drive Jadi Ajang Uji · Mobil ·
- Pembalut Kena PPN 11 Persen, Menteri PPPA dan Komnas Perempuan Minta Kaji Ulang · Bisnis Otomotif ·
- SPBU Shell Beroperasi Lagi di Bawah SEFAS Group, BYD Ti7 PHEV Dikabarkan Masuk Indonesia · Bisnis Otomotif ·
- Hashim: Rupiah Bisa Rp22.000 jika Asing Kabur, Apa Dampaknya bagi BBM Impor? · Bisnis Otomotif ·
- 21 Tersangka BBM dan LPG Subsidi Ditetapkan Polda Jatim, Kerugian Rp35 Miliar Lebih · Bisnis Otomotif ·