PACK Siapkan Rights Issue Rp 8,19 T, Bumanik Jadi Incaran: Apa Dampaknya?
Poin kunci
- 1PACK berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dengan perkiraan nilai rights issue hingga Rp 8,19 triliun.
- 2PT Eco Energi Perkasa, pengendali PACK, menjadi pembeli siaga dengan nilai maksimum hingga Rp 7,39 triliun.
- 3Dana rights issue direncanakan untuk pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), serta modal kerja perseroan dan entitas anak.
- 4Konsesi Bumanik seluas 4.778 hektare berada di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) berencana menerbitkan hingga 100 miliar saham baru senilai maksimal Rp 8,19 triliun lewat rights issue. Dana itu antara lain untuk membeli saham Denway Development Limited, melunasi pinjaman, dan menambah modal kerja, sementara anak usahanya juga hendak mengakuisisi tambang nikel Bumanik di Morowali. Pemegang saham dijadwalkan memutuskan semuanya pada RUPSLB 30 November 2026.
JAKARTA, KABAR GAS POL — PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) menyiapkan penambahan modal lewat rights issue dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp 8,19 triliun. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 100 miliar saham baru dalam aksi korporasi tersebut.
Rencana itu akan dimintakan restu pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 30 November 2026. Informasi ini tercantum dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia yang dikutip pada Jumat (23/10/2026).
Dari sisi pendanaan, PT Eco Energi Perkasa selaku pengendali PACK akan berperan sebagai pembeli siaga. Nilai penyerapan maksimumnya mencapai Rp 7,39 triliun.
Perseroan merinci tiga peruntukan dana hasil rights issue, yakni pelunasan pinjaman, pembelian saham Denway Development Limited (DDL), serta modal kerja untuk perseroan dan entitas anak.
Terpisah dari pembelian saham DDL, PACK juga berencana mengambil alih seluruh kepemilikan di PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama atau Bumanik. Harga transaksinya US$ 79 juta.
Transaksi tersebut akan dijalankan melalui dua entitas anak PACK, yaitu PT Gemilang Padma Raya dan PT Daya Unggul Raya. Nilainya setara Rp 1,398 triliun dengan kurs Rp 17.703 per dollar AS pada 31 Agustus 2026.
Nilai itu setara 26,40% ekuitas konsolidasi PACK per 31 Agustus 2026. Adapun nilai pasar saham Bumanik berdasarkan penilaian Kantor Jasa Penilai Publik Kusnanto & Rekan tercatat Rp 1,439 triliun.
Bumanik memegang wilayah konsesi seluas 4.778 hektare di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Persetujuan pemegang saham atas akuisisi ini juga akan diminta pada RUPSLB 30 November 2026.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Dari fakta yang tersedia, konsesi nikel seluas 4.778 hektare di Morowali dapat dibaca sebagai upaya PACK memperoleh akses ke bahan baku di hulu. Namun bahan yang ada belum menyebut kandungan cadangan, rencana produksi, ataupun pembeli hasil tambang. Karena itu, kaitan langsung akuisisi ini dengan rantai pasok baterai kendaraan listrik nasional masih berupa tafsir dan belum dapat dipastikan.
Harga transaksi Bumanik yang sedikit di bawah nilai pasar hasil penilai independen, yakni Rp 1,398 triliun berbanding Rp 1,439 triliun, patut dicermati pemegang saham. Skala rights issue yang jauh lebih besar, hingga Rp 8,19 triliun, menjadi pertanyaan tersendiri soal seberapa besar porsi dana yang kelak benar-benar mengalir ke bisnis nikel. Dana itu juga diperuntukkan bagi pelunasan pinjaman dan pembelian saham DDL. Bila pemegang saham minoritas tidak menyerap hak mereka, pengendali yang siap menjadi pembeli siaga hingga Rp 7,39 triliun berpotensi memperbesar porsi kepemilikannya. Bagaimana langkah ini memengaruhi harga komoditas atau biaya rantai pasok baterai baru dapat dinilai setelah RUPSLB 30 November 2026 dan setelah rincian penggunaan dana terbuka lebih jelas.
- PACK
- Rights Issue
- Bumanik
- Tambang Nikel
- Abadi Nusantara
Baca juga
BBRI Lanjutkan Buyback Tahap II Maksimal Rp1 Triliun, Berlaku hingga Januari 2027
27 Okt 2026, 17.37Bisnis OtomotifDanantara Mulai Beli Saham di Bursa, Pilihan Diserahkan ke Mitra Investasi
27 Okt 2026, 10.07Bisnis OtomotifLaba DEWA Diproyeksi Melonjak 142,6% pada 2027, Apa Artinya bagi Biaya Logistik Otomotif?
24 Okt 2026, 14.40Bisnis OtomotifAnthropic Ajukan IPO Rekor, SK Hynix Lampaui Ekspektasi di Tengah Pekan Pelaporan S&P 500
29 Okt 2026, 06.23Terbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·