BBRI Lanjutkan Buyback Tahap II Maksimal Rp1 Triliun, Berlaku hingga Januari 2027

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Periode pelaksanaan buyback berlangsung dari 22 Oktober 2026 sampai 21 Januari 2027.
  2. 2Saham BBRI ditutup di Rp2.910 pada 23 Oktober 2026, naik 18% dalam sepekan tetapi masih turun 20,5% sejak awal tahun.
  3. 3Laba bersih BRI hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp31,2 triliun, dengan kredit tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun.
  4. 4BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar membahas peluang bisnis baru di Bali.
Pemotretan dekat uang kertas Ukraina dengan berbagai denominasi dan desain.
Ilustrasi · Foto: Karyna Panchenko / Pexels

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana buyback tahap II dengan dana sebesar-besarnya Rp1 triliun lewat keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026. Pelaksanaannya dijadwalkan berlangsung hingga 21 Januari 2027. Di Bali, BRI Region 17 Denpasar dan Pegadaian Kanwil VII Denpasar juga menjajaki peluang bisnis baru.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Bank Rakyat Indonesia (BBRI) akan menggelar tahap kedua pembelian kembali sahamnya dengan dana paling banyak Rp1 triliun. Rencana itu diumumkan perseroan melalui keterbukaan informasi pada 22 Oktober 2026.

Buyback tahap II dijadwalkan berjalan sejak 22 Oktober 2026 sampai 21 Januari 2027. Landasannya adalah POJK Nomor 13 Tahun 2023 dan surat OJK bernomor S-112/D.04/2026 yang bertanggal 9 September 2026.

Saham yang dibeli kembali dalam tahap ini rencananya disalurkan lewat program kepemilikan saham untuk pekerja dan/atau jajaran Direksi serta Dewan Komisaris BRI.

Tahap sebelumnya lebih kecil. Berdasarkan keterbukaan informasi pada 12 Juni 2026, dana buyback tahap I dipatok maksimal Rp500 miliar.

Di pasar, saham BBRI ditutup pada Rp2.910 pada Jumat, 23 Oktober 2026, atau naik 10 poin (0,34%) dari hari sebelumnya. Sepanjang sepekan terakhir harganya terakumulasi naik 18%, meski sejak awal tahun masih terkoreksi 20,5%.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan langkah ini mencerminkan keyakinan manajemen terhadap bisnis perseroan. "Rencana buyback saham ini mencerminkan keyakinan BRI terhadap fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan jangka panjang Perseroan," kata Dhanny.

Ia juga menekankan aspek kehati-hatian. "Perseroan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku," kata Dhanny.

Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (CAR) per 30 Juni 2026 disebut tetap 21,42% setelah memperhitungkan buyback tahap II. Return on equity (ROE) BRI tercatat 18,80%.

Kinerja keuangan hingga akhir triwulan II 2026 turut dipaparkan. Laba bersih menyentuh Rp31,2 triliun, sedangkan total aset naik 11,7 persen secara tahunan menjadi Rp2.352 triliun. Dana pihak ketiga bertambah 6,7 persen ke Rp1.581 triliun, dan penyaluran kredit serta pembiayaan tumbuh 16,2 persen menjadi Rp1.646 triliun. Rasio kredit terhadap simpanan (LDR) berada di 90,8 persen.

Di sisi lain, jajaran BRI di daerah bergerak untuk menggali peluang usaha. Pada Senin, 26 Oktober, BRI Region 17 Denpasar bertemu Pegadaian Kantor Wilayah VII Denpasar dalam acara Coffee Morning untuk membahas sinergi layanan keuangan di Bali.

Tujuan kerja sama itu mencakup perluasan akuisisi nasabah, peningkatan penghimpunan dana, dan optimalisasi layanan kedua lembaga. Pertemuan tersebut juga menjadi forum evaluasi atas kendala kerja sama yang sudah berjalan, sekaligus merumuskan langkah agar kolaborasi lebih efektif.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, Hery Noercahya, menilai keragaman potensi ekonomi Bali memberi ruang bagi kedua perusahaan untuk saling melengkapi. "Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus menghadirkan inovasi, meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk tumbuh dan berkembang," kata Edy Purwanto.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Dalam lensa ekonomi, buyback BBRI dapat dibaca sebagai upaya perseroan menopang kepercayaan pasar ketika harga saham masih tertekan 20,5% sejak awal tahun, meski sudah naik 18% dalam sepekan. Nilai maksimal Rp1 triliun dua kali lipat dari tahap I yang sebesar-besarnya Rp500 miliar, sehingga patut dicermati seberapa besar dana itu benar-benar terserap selama periode hingga 21 Januari 2027. Tafsir ini tidak berarti harga saham akan bergerak ke arah tertentu; bahan yang ada hanya menunjukkan rencana dan jadwal.

Permodalan menjadi pertanyaan kunci bagi pemegang saham. Perseroan menyatakan CAR tetap 21,42% setelah buyback tahap II diperhitungkan, sementara laba bersih Rp31,2 triliun dan ROE 18,80% memberi gambaran daya dukung kinerja. Di tingkat wilayah, penjajakan sinergi dengan Pegadaian di Bali, yang menyasar akuisisi nasabah dan penghimpunan dana, berpotensi sejalan dengan upaya memperkuat dana pihak ketiga yang naik 6,7 persen. Seberapa jauh kolaborasi itu berkontribusi pada kinerja grup masih menjadi pertanyaan, sebab bahan belum memuat target angka.

  • BBRI
  • Buyback Saham
  • BRI
  • Pegadaian
  • Bali

Baca juga

Terbaru