Renault Andalkan Twingo EV dan Disiplin Harga, Penjualan Grup Turun 6%

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Penjualan Twingo, mobil kompak listrik, naik menjadi 16.400 unit pada kuartal ketiga.
  2. 2Renault mempertahankan proyeksi margin operasional sekitar 5,5% untuk tahun ini.
  3. 3Penjualan grup Renault turun 6% pada periode yang sama, dan pengiriman Dacia merosot 13%.
  4. 4Dacia Spring generasi kedua dibanderol mulai kurang dari €18.000 dan diluncurkan dalam 16 bulan.
  5. 5Analis Citi menilai kinerja Renault jauh melampaui perkiraan di tengah kesulitan banyak pesaing.
Sebuah mobil melaju di jalan raya kosong yang dikelilingi oleh pohon-pohon musim gugur yang tidak bercabang di bawah langit mendung.
Ilustrasi · Foto: Omar Ramadan / Pexels

Renault SA bertumpu pada Twingo listrik, pengendalian biaya, dan disiplin harga untuk menghadapi tekanan produsen China. Penjualan Twingo mencapai 16.400 unit pada kuartal ketiga, sementara penjualan grup turun 6% dan margin operasional tahun ini tetap dipatok sekitar 5,5%, menurut pernyataan perusahaan pada Kamis.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Renault SA menaruh harapan pada mobil listrik murah dan disiplin harga untuk bertahan di pasar Eropa yang menekan produsennya. Penjualan Twingo, mobil kompak bertenaga listrik, naik menjadi 16.400 unit pada kuartal ketiga, menurut pernyataan pabrikan Prancis itu pada Kamis.

Twingo dipasarkan sebagai upaya menyodorkan mobil listrik yang lebih terjangkau bagi konsumen yang cermat soal anggaran. Di saat bersamaan, perusahaan menegaskan kembali prospek margin operasional sekitar 5,5% untuk tahun ini. Angka itu dipertahankan meski penjualan sejumlah lini kendaraan tertekan.

Tekanan tetap terasa di tingkat grup. Total penjualan Renault turun 6% pada kuartal yang sama, dipicu persaingan yang kian ketat di Eropa dan Amerika Selatan. Pengiriman merek Dacia merosot 13% dibandingkan periode sebelumnya yang kinerjanya kuat.

Produk baru terus digulirkan. Renault memperkenalkan beberapa model bertenaga baterai, antara lain versi terbaru crossover Megane E-Tech dan van Trafic. Dacia Spring generasi kedua, mobil listrik yang harganya mulai di bawah €18.000, rampung hanya dalam 16 bulan.

Laporan itu mengaitkan sebagian penguatan permintaan mobil listrik di Eropa dengan mahalnya bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah. "Telah terjadi peningkatan berkelanjutan dalam permintaan mobil listrik," kata Duncan Minto, Direktur Keuangan Renault. Ia juga menekankan faktor pelaksanaan dan pemasok. "Ini soal pelaksanaan. Ini juga soal kemitraan yang kuat dengan pemasok, karena memenuhi permintaan membutuhkan ketersediaan suku cadang dan baterai yang diperlukan," kata Duncan Minto.

Di bawah CEO Francois Provost, Renault memangkas biaya dan merombak organisasi agar operasinya lebih lincah. Langkah itu diambil ketika produsen Eropa lain tengah menata ulang diri agar mampu bersaing dengan pabrikan China. Volkswagen AG dan Stellantis NV, misalnya, sedang melakukan perubahan strategi yang memakan biaya besar.

"Kinerja Renault tahun ini jauh lebih baik dari perkiraan, sementara banyak pesaingnya mengalami kesulitan," kata Harald Hendrikse, analis Citi, dalam sebuah catatan.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Bahan memperlihatkan dua jalur yang ditempuh produsen Eropa. Renault memilih mobil listrik bertarif terjangkau, pengendalian biaya, dan harga yang dijaga, sedangkan Volkswagen AG dan Stellantis NV menjalani perubahan strategi yang berbiaya besar. Perbedaan pendekatan ini dapat menjelaskan mengapa Renault bisa mempertahankan margin sekitar 5,5%, meski penjualan grup turun 6%. Harga Dacia Spring generasi kedua yang mulai di bawah €18.000 menunjukkan bahwa titik harga menjadi senjata utama, dan pertanyaannya adalah seberapa lama margin dapat bertahan bila persaingan harga dengan produsen China kian tajam.

Dari sisi permintaan, tingginya harga bahan bakar akibat konflik di Timur Tengah disebut ikut mendorong minat mobil listrik di Eropa. Hubungan ini berpotensi menarik bagi pembaca di Indonesia: ketika harga BBM naik, daya tarik kendaraan listrik umumnya ikut menguat. Namun bahan tidak memuat data tentang pasar Indonesia, sehingga hal itu sebatas konteks. Yang patut dicermati, penguatan permintaan di Eropa tidak otomatis menutup penurunan di lini lain, sebagaimana tampak pada Dacia yang turun 13%, dan keberhasilan memenuhi permintaan masih bergantung pada pasokan suku cadang dan baterai.

Baca juga

Terbaru