PDB AS Kuartal III Tumbuh 3,4%, Dipacu Belanja Konsumen dan Investasi AI

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Investasi bisnis non-perumahan naik 12,7%, dengan investasi peralatan pemrosesan informasi melonjak 37,4%.
  2. 2Belanja konsumen tumbuh 3,8%, laju terkuat sejak akhir 2024.
  3. 3Inflasi PCE September mencapai 3,6% secara tahunan, sedangkan PCE inti 3,1%.
  4. 4The Fed menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4% sehari sebelum laporan PDB dirilis.
Pengendara sepeda motor berhelm hitam mencondongkan badan di tengah tikungan di jalan terbuka saat matahari terbenam.
Ilustrasi · Foto: Marius Gabriel / Pexels

Ekonomi AS tumbuh 3,4% secara tahunan pada Juli–September 2026, lebih cepat dari 2,2% pada kuartal sebelumnya dan di atas perkiraan para ekonom. Pendorong utamanya belanja rumah tangga dan lonjakan investasi infrastruktur AI, sementara inflasi PCE September mencapai 3,6%. Rilis ini terbit beberapa hari sebelum pemilihan sela di AS.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Ekonomi Amerika Serikat tumbuh dengan laju tahunan 3,4% pada tiga bulan yang berakhir September 2026, menurut estimasi awal pemerintah AS yang dirilis Kamis, 29 Oktober. Angka itu melampaui perkiraan para ekonom sebesar 3,1%.

Pada kuartal sebelumnya, April–Juni, pertumbuhan tercatat 2,2%. Kuartal pertama tahun ini mencatat 2,5%, sehingga kuartal ketiga menjadi yang tercepat dari ketiganya.

Belanja konsumen naik 3,8%, sama dengan laju kuartal kedua dan yang tertinggi sejak akhir 2024. Investasi pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) menjadi mesin utama lainnya: investasi bisnis di luar perumahan melonjak 12,7%.

Di dalam komponen investasi itu, pembelian peralatan pemrosesan informasi melesat 37,4%, investasi perangkat lunak bertambah 9,6%, dan investasi riset dan pengembangan meningkat 7,5%. Sektor perumahan bergerak berlawanan arah. Investasi perumahan turun 3,3% karena suku bunga KPR yang tinggi, dan sudah menyusut dalam enam dari tujuh kuartal terakhir.

Pertumbuhan sebagian tergerus perdagangan luar negeri. Ekspor menurun, sedangkan impor, yang dikurangkan dalam perhitungan PDB, justru bertambah. Kepala ahli strategi investasi Charles Schwab, Liz Ann Sonders, menilai pertumbuhan terus diimbangi tekanan dari ekspor bersih, dan pembangunan AI banyak bertumpu pada impor.

"Konsumsi masih kuat. Tetapi investasi bisnis sedang memacu ekonomi AS," kata Heather Long, kepala ekonom Navy Federal Credit Union. Sonders menyebutnya sebagai "kuartal yang kuat lagi untuk belanja modal".

Dari sisi harga, indeks harga konsumsi pribadi (PCE) naik 0,5% secara bulanan pada September, kenaikan bulanan terbesar sejak Maret, dan sesuai konsensus. Secara tahunan PCE mencapai 3,6%, naik dari 3,4% sebelumnya. Target inflasi The Fed adalah 2%, sehingga inflasi masih berada jauh di atasnya.

Pendapatan pribadi September naik 0,2%, di bawah estimasi 0,3%, dan belanja konsumen naik 0,5%, sedikit di bawah prakiraan 0,6%. Tingkat tabungan pribadi turun menjadi 3,8% dari 4,1% pada Agustus.

Sehari sebelum laporan terbit, The Fed memutuskan menahan suku bunga acuan pada kisaran 3,75%–4%. Pasar memperkirakan kenaikan lagi pada Desember.

Ketua The Fed Kevin Warsh menyatakan optimisme terhadap kinerja ekonomi. "Aktivitas ekonomi berkembang dengan laju yang kuat. Meski ketidakpastian masih ada, sebagian karena perkembangan geopolitik, belanja domestik tetap tangguh," ujarnya. Ia juga menegaskan, "Adalah tanggung jawab kami untuk menurunkan inflasi".

Pasar tenaga kerja juga tampak solid. Klaim pengangguran awal turun menjadi 194.000 untuk pekan yang berakhir 24 Oktober, di bawah estimasi 200.000. "Pasar tenaga kerja baik-baik saja, dan pertumbuhan ada," kata Stephen Kates, analis dari Clocktower Financial Consulting.

Namun tidak semua ekonom sepenuhnya optimistis. "Ekonomi bergerak maju, tetapi pertumbuhannya sangat, sangat rapuh. Rasanya kita belum berjalan dengan semua tenaga," kata Mark Zandi, kepala ekonom Moody's Analytics, yang menilai kerapuhan itu berasal dari kebijakan pemerintahan Trump seperti tarif dan perang AS melawan Iran.

Belanja konsumen pun tidak merata antarrumah tangga. Warga berpendapatan rendah lebih kesulitan dibanding warga berpendapatan tinggi, dan pertumbuhan upah tertinggal dari inflasi. Siri Steven, manajer toko barang bekas di Decorah, Iowa, mengaku harus berhati-hati: "Saya benar-benar harus berhati-hati dengan anggaran kami dan memastikan kami bisa membayar semua tagihan dan tidak overdraf".

Rilis ini merupakan laporan ekonomi utama terakhir sebelum pemilihan sela yang digelar pekan depan. Gedung Putih segera menyambutnya, dan Presiden Donald Trump mengatakan, "Kami mendapat pagi yang hebat dari sisi PDB".

Angka ini masih berupa estimasi pertama dari tiga estimasi PDB kuartal ketiga yang disusun Departemen Perdagangan. Dua pembaruan dijadwalkan hingga akhir Desember, sehingga angkanya masih dapat direvisi.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Data kuartal ketiga menunjukkan ekonomi AS bertumpu pada dua penopang yang sama-sama punya batas. Investasi AI melonjak 12,7% dan belanja rumah tangga naik 3,8%, tetapi konsumsi sebagian ditopang rumah tangga berpendapatan tinggi, sementara upah tertinggal dari inflasi dan tingkat tabungan turun ke 3,8%. Pola ini berpotensi menyulitkan konsumsi untuk terus menjadi mesin pertumbuhan bila tekanan harga bertahan di 3,6%.

Kombinasi pertumbuhan cepat dan inflasi yang jauh di atas target 2% patut dicermati karena dapat membuka ruang bagi pengetatan lebih lanjut. Pasar sudah memperkirakan kenaikan suku bunga pada Desember, dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang telah mendorong naik suku bunga kartu kredit serta KPR. Hal itu dapat memperberat sektor perumahan yang sudah menyusut dalam enam dari tujuh kuartal terakhir. Pada saat yang sama, apakah laju 3,4% dapat dipertahankan tetap menjadi pertanyaan terbuka, mengingat angka ini baru estimasi awal yang masih dapat direvisi.

  • PDB AS
  • Amerika Serikat
  • Belanja Konsumen
  • Investasi AI
  • Inflasi PCE
  • Ekonomi AS

Baca juga

Terbaru