WhatsApp Uji Restricted Chat, Batasi Akses Percakapan ke Ponsel Utama

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Restricted Chat dirancang agar percakapan tertentu hanya bisa diakses dari ponsel utama, tidak lewat WhatsApp Web, komputer, tablet, atau ponsel sekunder.
  2. 2Fitur ini mulai sampai ke sebagian pengguna beta di Android dan iOS pada 11 Oktober 2026, dengan empat pembatasan utama.
  3. 3Aplikasi tiruan WhatsApp yang diunduh lebih dari 500.000 kali sudah tidak ditemukan di Play Store pada 19 Oktober 2026.

WhatsApp menguji fitur Restricted Chat yang mengunci percakapan tertentu pada ponsel utama sehingga tak bisa dibuka di perangkat tertaut. Uji coba terbatas dimulai 11 Oktober 2026 bagi sebagian pengguna beta di Android dan iOS. Di saat bersamaan, WhatsApp menambah passkey dan verifikasi dua langkah yang lebih kuat, sementara aplikasi tiruan di Play Store menyoroti risiko akun.

JAKARTA, KABAR GAS POL — WhatsApp sedang mencoba fitur Restricted Chat, yaitu pembatasan akses untuk percakapan tertentu agar hanya bisa dibuka dari ponsel utama pemilik akun. Dengan fitur ini, obrolan tersebut tidak dapat ditampilkan di WhatsApp Web, komputer, tablet, maupun ponsel sekunder.

Uji coba baru menjangkau sebagian pengguna beta, baik di Android maupun iOS, sejak 11 Oktober 2026. Pembatasan itu mencakup empat hal: media tidak masuk otomatis ke galeri, riwayat obrolan tak bisa diekspor, Meta AI tidak bisa dipakai, dan percakapan tak bisa dibuka di perangkat tertaut.

Enkripsi end-to-end, menurut keterangan yang sama, tetap melindungi pesan dan panggilan di dalam fitur ini. Versi beta yang mendukung pengujian adalah WhatsApp Android 2.26.39.11 dan iOS 26.39.10.20.

Fitur ini melengkapi Kunci Chat yang lebih dulu tersedia, yaitu perlindungan percakapan dengan autentikasi perangkat seperti kode sandi atau biometrik. Informasi tentang Restricted Chat sebelumnya dilaporkan detikInet pada 6 Oktober 2026.

Pada saat yang sama, WhatsApp memperkenalkan sejumlah fitur keamanan akun. Passkey memungkinkan pengguna masuk tanpa kode SMS, cukup dengan sidik jari, Face ID, atau kode pengunci layar, dan tersedia di Android serta iOS lewat menu pengaturan. Verifikasi dua langkah kini menerima kata sandi kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus yang melampaui PIN enam digit sebelumnya.

Untuk panggilan dari nomor asing, pengguna Android akan melihat negara asal dan ada tidaknya grup yang sama. "Penipu mengandalkan urgensi. Kini, Anda bisa menenangkan diri dengan mencari informasi selengkapnya sebelum menjawab," kata WhatsApp. Pengguna sendiri sudah bisa memperkuat akun lewat pengaturan yang ada, antara lain PIN enam digit tambahan di luar kode OTP SMS, kunci layar dengan Face ID atau sidik jari, dan notifikasi saat kode keamanan kontak berubah.

Di sisi lain, aplikasi tiruan WhatsApp dari pengembang bernama Agment Assets sallu sempat diunduh lebih dari 500.000 kali di Google Play Store. Aplikasi resmi, yang diterbitkan WhatsApp LLC, sudah melewati 10 miliar unduhan. Pemantauan pada Senin, 19 Oktober 2026, menunjukkan aplikasi gadungan itu tak lagi ditemukan di Play Store.

Laporan lain menyebut aplikasi tiruan tersebut beredar lebih dari sebulan tanpa diturunkan Google. Belum ada analisis teknis yang terbit untuk memastikan apakah aplikasi itu mencuri data atau memuat malware. "Kami tidak mendukung aplikasi semacam ini karena tidak dapat memastikan keamanan maupun praktik perlindungan privasinya," kata WhatsApp.

Pengguna yang mendaftarkan ulang nomor dengan kode verifikasi akan mengeluarkan perangkat lain yang sedang memakai akun tersebut. Kode verifikasi dari WhatsApp terdiri atas enam digit.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Dari fakta yang ada, Restricted Chat berpotensi menutup celah yang selama ini terbuka lewat perangkat tertaut. WhatsApp memang bisa dipakai di beberapa perangkat sekaligus, misalnya Web atau Desktop, dan Restricted Chat memotong akses itu untuk percakapan tertentu. Pembatasan pada galeri, ekspor, dan Meta AI juga dapat mempersempit jejak obrolan yang tersebar di luar aplikasi.

Bahan yang tersedia tidak menyinggung kendaraan terhubung, sehingga relevansi fitur ini bagi pengguna mobil hanya bisa dibaca sebagai konteks umum, bukan kepastian. Yang patut dicermati, fitur ini masih berstatus uji coba, dan jadwal peluncuran luasnya belum terlihat di bahan. Kasus aplikasi tiruan menjadi pengingat bahwa perlindungan di dalam aplikasi resmi tidak berarti apa-apa bila pengguna terlanjur memasang aplikasi yang keliru, sehingga memeriksa penerbit, yakni WhatsApp LLC, menjadi langkah dasar yang berpotensi menentukan.

  • WhatsApp
  • Restricted Chat
  • Keamanan Akun
  • Privasi

Baca juga

Terbaru