Honda Sambut Wacana Insentif Hybrid, PHEV, REEV dan Minta Kebijakan Konsisten
Poin kunci
- 1HPM menyambut positif wacana insentif fiskal maupun nonfiskal untuk kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV.
- 2Yusak Billy menilai insentif dapat membuat harga lebih kompetitif dan memperluas pilihan konsumen.
- 3Opsi nonfiskal yang diusulkan: pengecualian ganjil genap, kemudahan administrasi kendaraan, dan parkir khusus di perkotaan.
- 4Besaran dan mekanisme insentif fiskal, termasuk kemungkinan keringanan pajak, belum ditetapkan.
- 5Menperin Muhammad Sarmuji menyebut pembahasan sudah memasuki tahap teknis.

PT Honda Prospect Motor menyambut positif rencana pemerintah memberi insentif bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV. Sales & Marketing Director HPM Yusak Billy menyampaikannya di Tangerang pada Kamis, sambil meminta kepastian kebijakan jangka panjang. Kementerian Perindustrian masih membahas bentuk insentif, dan hingga 29 Oktober 2026 skema finalnya belum diumumkan.
JAKARTA, KABAR GAS POL — PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan dukungan atas rencana pemerintah memberi insentif bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV. Sikap itu disampaikan Sales & Marketing Director HPM, Yusak Billy, ketika ditemui di Tangerang pada Kamis.
"Kami menyambut positif dan menyambut baik wacana dari pemerintah untuk memberikan dukungan ataupun insentif fiskal maupun nonfiskal untuk kendaraan ramah lingkungan emisi rendah," kata Yusak Billy.
Menurut Yusak, insentif dapat membuat harga kendaraan lebih kompetitif sehingga konsumen punya lebih banyak pilihan. Ia juga menilai dukungan bagi kendaraan elektrifikasi berpotensi mendorong pertumbuhan industri otomotif nasional.
Insentif itu, lanjutnya, dapat menggerakkan permintaan di industri komponen. Alasannya, kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV masih memakai sejumlah komponen mesin pembakaran internal (ICE).
Yusak menekankan bahwa pelaku industri membutuhkan kepastian arah kebijakan. "Tapi yang pasti perlu konsistensi kebijakan jangka panjang, karena pengembangan new model, investasi, itu perlu perencanaan jangka panjang yang berkesinambungan," ujarnya.
Soal bentuk insentif fiskal, HPM belum bersedia berkomentar lebih jauh. Pembahasannya masih berjalan.
Di pihak pemerintah, usulan insentif untuk HEV, PHEV, dan REEV sedang digodok Kementerian Perindustrian. Usulan itu menyangkut dukungan fiskal sekaligus nonfiskal.
Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, saat memberi keterangan di Kantor Kemenperin, Jakarta, pada Selasa, mengatakan pembahasan sudah masuk tahap teknis. "Pembahasan mengenai usulan insentif untuk kendaraan hybrid sudah mulai memasuki tahap pembahasan teknis, dan saat ini masih berlangsung," kata Sarmuji.
Untuk jalur nonfiskal, yang diusulkan adalah pembebasan dari aturan ganjil genap, kemudahan urusan administrasi kendaraan, dan penyediaan area parkir khusus di wilayah perkotaan.
Sementara itu, jalur fiskal, yang memungkinkan adanya keringanan pajak, masih harus dibahas bersama kementerian terkait. Besaran dan mekanismenya belum ditetapkan.
Sampai 29 Oktober 2026, pemerintah belum mengumumkan skema final ataupun jadwal berlakunya insentif bagi tiga jenis kendaraan tersebut.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Dari sisi kebijakan, pernyataan Honda memperlihatkan pola yang lazim: pelaku industri menyambut wacana insentif, tetapi menggantungkan keputusan investasi pada kepastian aturan. Permintaan Yusak Billy agar kebijakan konsisten dalam jangka panjang berkaitan dengan perencanaan model baru dan investasi yang ia sebut membutuhkan horizon panjang. Selama skema fiskal belum ditetapkan, sinyal pemerintah kepada produsen masih berupa arah umum, belum komitmen yang dapat dihitung.
Pilihan cakupan insentif juga patut dicermati dari kacamata kebijakan emisi. Kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV masih memakai komponen mesin pembakaran internal. Hal itu dapat menjadi dasar argumen bahwa insentif ini berpotensi menjaga rantai pasok komponen yang sudah ada, sekaligus menjadi pertanyaan mengenai seberapa jauh ia mendorong penurunan emisi dibandingkan kendaraan listrik murni. Opsi nonfiskal seperti pengecualian ganjil genap dan parkir khusus di perkotaan berpotensi menambah daya tarik bagi konsumen kota, tetapi imbangannya terhadap tujuan pengurangan kepadatan lalu lintas juga menjadi pertanyaan yang patut dicermati ketika rumusan finalnya keluar.
- Honda
- Honda Prospect Motor
- Yusak Billy
- Kementerian Perindustrian
- insentif hybrid
- PHEV
Baca juga
Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu
5 jam laluMobilHybrid Laris 30–40 Persen di Palu, TAM Sambut Usul Insentif Kemenperin
24 Okt 2026, 09.32Bisnis OtomotifMAB Minta Insentif EV Diperluas ke Bus dan Truk, Beban Subsidi BBM Bisa Turun
12 jam laluBisnis OtomotifHonda: Tarif 50% atas Otomotif Kanada Akan Katastropik bagi Industri Regional
28 Okt 2026, 06.16Terbaru
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·