Penjualan Mobil Listrik Naik 113,7%, Pembiayaan Leasing Justru Seret

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Penjualan wholesales mobil listrik Januari-September 2026 naik 113,7% menjadi 117.218 unit.
  2. 2Mayoritas pembeli kendaraan listrik masih memakai dana tunai sendiri.
  3. 3Pertumbuhan pembiayaan multifinance hingga Agustus 2026 baru 1,68% secara tahunan, jauh dari target 6-8%.
  4. 4Sebagian pembeli mobil bekas kini mendapat pinjaman dari KUR, bukan dari perusahaan leasing.
  5. 5Pembiayaan investasi terkontraksi sekitar 4-5% secara tahunan.
Sekelompok profesional mendiskusikan dokumen bisnis selama rapat di lingkungan kantor modern.
Ilustrasi · Foto: Vlada Karpovich / Pexels

Penjualan mobil listrik nasional pada Januari-September 2026 naik 113,7% menjadi 117.218 unit, tetapi pembiayaan perusahaan multifinance tidak ikut melonjak. Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menyebut mayoritas pembeli membayar tunai, sementara sebagian pembeli mobil bekas beralih ke pinjaman KUR.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Lonjakan penjualan mobil listrik di Indonesia belum diikuti kenaikan penyaluran pembiayaan leasing. Sepanjang Januari-September 2026, penjualan mobil listrik naik sekitar 113,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data distribusi dari pabrik ke dealer (wholesales) mencatat angka 117.218 unit pada periode tersebut, sesuai data Gaikindo. Pertumbuhan itu belum sepenuhnya dinikmati perusahaan multifinance.

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyatakan hubungan antara kenaikan penjualan kendaraan listrik dan pembiayaan tidak berjalan searah. Menurut penelitian asosiasi, rata-rata pembelian kendaraan listrik dilakukan secara tunai.

"Setelah kita lakukan penelitian, ternyata tidak linear dengan kami karena banyak penjualan kendaraan EV," kata Suwandi Wiratno. Semakin banyak konsumen memilih membayar lunas ketimbang memakai fasilitas kredit.

Penjualan kendaraan bermotor selama ini menjadi penopang utama bisnis multifinance, terutama lewat pembiayaan multiguna. Suwandi menyebut kenaikan kendaraan roda empat biasanya sejalan dengan pembiayaan multifinance, dengan pertumbuhan roda empat sekitar 18%.

Pasar mobil bekas juga bergeser. Sebagian pembeli yang dulu memakai kredit multifinance kini memperoleh pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membeli mobil roda empat. Pembelian mobil bekas roda empat lewat skema pembiayaan pun menurun.

"Di roda empat, bekas juga kok kelihatannya turun? Kenapa? Kami cek ke dealer dan showroom, ternyata penjualannya juga banyak cash," kata Suwandi. Calon debitur itu, menurut dia, bukan tidak diperoleh perusahaan multifinance, melainkan didapat lembaga keuangan lain.

Di sisi industri, realisasi pertumbuhan pembiayaan multifinance hingga Agustus 2026 hanya 1,68% secara tahunan. Target awal tahun yang disepakati bersama OJK dipatok 6-8%.

"Kalau kita kilas balik sedikit terkait dengan awal tahun 2026, kami dengan OJK sama-sama menargetkan ingin tumbuh sekitar 6-8%," kata Suwandi Wiratno. Ia menyebut pertumbuhan industri sepanjang 2026 fluktuatif dan sempat menyentuh kisaran 2%.

Penyaluran pembiayaan investasi terkontraksi sekitar 4-5% secara tahunan. Pembiayaan untuk alat berat tambang tertekan oleh ketidakpastian izin RKAB, sehingga debitur menahan ekspansi. Izin RKAB 2026 baru terbit sekitar Agustus-September.

Rasio kredit bermasalah (NPL) industri multifinance dijaga di angka 3%, meski pertumbuhan pembiayaan hanya sekitar 2%.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Fakta bahwa mayoritas pembeli mobil listrik membayar tunai dapat berarti pembeli yang berdaya beli kuat tidak terbebani bunga pembiayaan. Bagi calon pembeli yang bergantung pada cicilan, pertanyaannya adalah seberapa luas pilihan skema yang tersedia ketika leasing tidak menjadikan kendaraan listrik motor pertumbuhan pembiayaannya, sebab pertumbuhan pembiayaan baru 1,68%.

Pergeseran sebagian pembeli mobil bekas ke KUR juga patut dicermati sebagai tanda bahwa sumber dana pembelian kendaraan berpotensi makin beragam. Bila kredit multifinance tetap seret sementara penjualan naik, tekanan pada pelaku leasing dapat berlanjut, dan hal itu berpotensi memengaruhi ketersediaan serta syarat pembiayaan kendaraan bagi konsumen. Namun, seberapa jauh pengaruhnya terhadap harga atau cicilan masih menjadi pertanyaan, karena angka-angka yang ada baru menggambarkan pola pembayaran dan kinerja industri.

Baca juga

Terbaru