Bank Mandiri Bagikan Dividen Rp50,63 Triliun, CAR Tetap 18,4 Persen
Poin kunci
- 1Total dividen Bank Mandiri sepanjang 2026 sekitar Rp50,63 triliun, terdiri atas Rp44,47 triliun untuk tahun buku 2025 dan Rp6,16 triliun dividen interim tahun buku 2026.
- 2Sebanyak 91,75 juta saham hasil buyback dialihkan lewat program kepemilikan saham karyawan pada 24–29 Juni 2026.
- 3Laba bersih konsolidasi hingga kuartal III 2026 mencapai Rp45,5 triliun, naik 20,7 persen secara tahunan.
- 4Rasio kecukupan modal tercatat 18,4 persen setelah dividen interim dibayar pada 2 Oktober 2026.
- 5Margin bunga bersih turun menjadi 4,2 persen pada kuartal III 2026 dan pertumbuhan laba kuartalan melandai.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk membagikan dividen sekitar Rp50,63 triliun sepanjang 2026 dan merealisasikan buyback 91,75 juta saham untuk program kepemilikan saham karyawan. Laba bersih konsolidasi kuartal III 2026 mencapai Rp45,5 triliun, CAR 18,4 persen. Bahan tidak memuat data dampak ke likuiditas saham otomotif.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Bank Mandiri menyalurkan dividen dengan nilai total sekitar Rp50,63 triliun sepanjang tahun kalender 2026. Jumlah itu berasal dari dividen tahun buku 2025 senilai Rp44,47 triliun ditambah dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.
Selain dividen tunai, perseroan merealisasikan pembelian kembali saham sebanyak 91,75 juta lembar. Saham tersebut dialihkan kepada karyawan lewat Program Kepemilikan Saham bagi Karyawan pada 24–29 Juni 2026.
Manajemen menyebut dividen dan buyback sebagai strategi untuk memberi nilai tambah bagi pemegang saham. Dividen interim dibayarkan pada 2 Oktober 2026, dan setelah itu rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 18,4 persen.
Bank Mandiri berkomitmen menjaga CAR di kisaran 18–19 persen untuk menyeimbangkan pertumbuhan kredit dan profil risiko. "Kisaran ini tentunya memberikan ruang untuk menangkap potensi bisnis, sekaligus menjaga ketahanan bank dalam menghadapi perubahan kondisi ekonomi," kata Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri.
Dari sisi kinerja, laba bersih konsolidasi hingga kuartal III 2026 menembus Rp45,5 triliun, tumbuh 20,7 persen dibanding periode sama tahun lalu yang sebesar Rp37,7 triliun. Total aset akhir September 2026 tercatat Rp2.404,1 triliun, naik 20,1 persen secara tahunan. Kredit secara bank only mencapai Rp1.605,8 triliun, tumbuh 16 persen secara tahunan. Kredit korporasi berada di angka Rp700 triliun, tumbuh 22 persen.
Kualitas aset terjaga. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tercatat 1,00 persen dengan rasio pencadangan 240,6 persen hingga Agustus 2026. Per September, NPL membaik ke level 0,98 persen.
Ada catatan pada sisi profitabilitas. Menurut Stockbit Snips, laba bersih kuartal III 2026 sebesar Rp15,1 triliun dan margin suku bunga bersih turun menjadi 4,2 persen. Pendapatan bunga bersih sembilan bulan naik 6,2 persen menjadi Rp61,2 triliun, lebih lambat dibanding pertumbuhan pendapatan nonbunga yang 13,8 persen.
Biaya operasional menyusut 9,03 persen menjadi Rp32,7 triliun, sehingga rasio biaya terhadap pendapatan secara bank only membaik ke 36,1 persen dari 43 persen setahun sebelumnya.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Analisis redaksi: Dividen Rp50,63 triliun berpotensi menjadi sumber dana segar bagi pemegang saham yang dapat diputar kembali ke pasar modal. Namun bahan yang ada tidak memuat data aliran dana ke saham sektor otomotif, sehingga dampak likuiditas ke emiten otomotif belum dapat dipastikan dan sebatas tafsir.
Di sisi pembiayaan, CAR 18,4 persen setelah dividen di tengah kredit yang tumbuh 16 persen menunjukkan bank masih menyisakan ruang modal untuk ekspansi. Turunnya margin bunga bersih ke 4,2 persen patut dicermati, karena tekanan margin dapat memengaruhi ruang bank dalam menentukan bunga kredit.
- Bank Mandiri
- Dividen
- CAR
- Laba Bersih
Baca juga
BCA Revisi Target Kredit 2026 Jadi 10-12 Persen, Laba 9M Capai Rp45,2 Triliun
28 Okt 2026, 14.09Bisnis OtomotifLaba Astra Q3 2026 Turun 12% ke Rp21,6 T, Didorong Item Non-Recurring
29 Okt 2026, 06.05Bisnis OtomotifBEI Sahkan Dividen Perdana Rp1,56 Triliun dan Demutualisasi
28 Okt 2026, 15.05Bisnis OtomotifLaba PTBA Rp4,41 Triliun Naik 216%, Ditopang Harga; Ekspor Satu Pintu 2027 Disambut
kemarinTerbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·