Hyundai Kuatkan Pemasok Lokal dan Pasok 11 Bus Listrik ke Bali
Poin kunci
- 1HMMI menggelar pelatihan AEO dan FTA bagi pemasok lokal pada 20 Oktober 2026 di Kabupaten Bekasi.
- 2Investasi Hyundai di Indonesia diperkirakan sekitar US$1,55 miliar hingga 2030, dengan kapasitas pabrik hingga 150.000 unit per tahun.
- 3Sebanyak 11 bus listrik Hyundai County EV diserahkan pada 22 Oktober 2026 untuk proyek Bali E-Mobility.
- 4Sasis County EV dipasok Hyundai, sedangkan bodinya dibuat karoseri lokal Laksana.
- 5Bus berbaterai 128 kWh itu berkapasitas 20 penumpang dan diklaim menempuh lebih dari 200 kilometer sekali isi daya.

Hyundai bergerak di dua lini sekaligus di Indonesia. Pada 20 Oktober 2026, PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia melatih pemasok lokal di Kabupaten Bekasi soal AEO dan FTA, lalu pada 22 Oktober 2026 perusahaan menyerahkan 11 bus listrik County EV untuk proyek Bali E-Mobility.
JAKARTA, KABAR GAS POL — PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) membekali pemasok lokal dengan pemahaman soal Authorized Economic Operator (AEO) dan Free Trade Agreement (FTA). Pelatihan itu berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Kabupaten Bekasi.
Dua hari berselang, Hyundai Motor Company menyerahkan 11 unit bus listrik County EV untuk proyek Bali E-Mobility. Acara penyerahan, yang sekaligus meresmikan stasiun pengisian daya, digelar pada 22 Oktober 2026.
"Melalui program pengembangan pemasok ini, kami ingin membantu mitra lokal meningkatkan kapabilitas, memahami peluang efisiensi perdagangan, serta memperkuat konsistensi pasokan komponen," kata Hyunchul Bang.
Hyunchul Bang memimpin HMMI, perusahaan yang didirikan pada 2019 di Kota Deltamas, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat. Pabriknya beroperasi komersial sejak awal 2022 dengan kemampuan merakit sampai 150.000 unit setiap tahun.
Sampai 2030, nilai investasi Hyundai di Indonesia diperkirakan menyentuh sekitar US$1,55 miliar.
Dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Tutut Rindiati yang menjabat Kepala Seksi Kerja Sama Perdagangan Bebas I tercatat sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam acara tersebut. Rita Ulfiah dari PT Sekiso Industries Indonesia hadir sebagai peserta seminar.
Di Bali, bus listrik yang diserahkan adalah Hyundai County EV berukuran delapan meter dengan 20 bangku penumpang. Daya simpan baterainya 128 kWh, dan jarak tempuhnya diklaim lebih dari 200 kilometer dalam satu kali pengisian penuh.
Pengerjaannya melibatkan karoseri lokal Laksana: sasis datang dari Hyundai, sedangkan bodi dibuat Laksana.
Langkah tersebut melanjutkan nota kesepahaman pemerintah Korea Selatan dan Indonesia yang terjalin pada 2025.
GGGI memulai pengadaan pada semester II 2025 dan menunjuk Hyundai sebagai penyedia kendaraan. Sebelum Bali, Hyundai telah menyediakan armada serupa untuk layanan transportasi publik di Surabaya pada November 2024.
Chul Youn Park, Senior Vice President sekaligus Head of Global Commercial Vehicle and Light Commercial Vehicle Business Division Hyundai Motor Company, menyatakan arah bisnis perusahaan. "Dengan pengalaman global dan kehadiran yang terus berkembang di Indonesia, kami berkomitmen memperluas bisnis kendaraan niaga berbasis listrik di berbagai kota dan wilayah di Indonesia," kata Chul Youn Park.
Hyundai juga menyebut rencana mengembangkan peluang bisnis baru di kawasan Asia-Pasifik dengan mengandalkan kualitas produk dan dukungan operasional.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Jika dibaca berdampingan, dua kabar ini memperlihatkan strategi yang bertumpu pada biaya dan kedekatan dengan pasar. Pelatihan AEO dan FTA bagi pemasok lokal berpotensi menekan hambatan dan biaya perdagangan komponen, dan hal itu dapat berpengaruh pada harga jual kendaraan yang dirakit di dalam negeri. Tujuan program yang disebut Hyunchul Bang, yakni konsistensi pasokan komponen, pada akhirnya berkaitan dengan kemampuan pabrik berkapasitas hingga 150.000 unit per tahun menjaga ritme produksi. Dari bahan yang ada, belum tampak besaran penghematan yang dihasilkan, sehingga dampaknya pada harga di tingkat konsumen masih menjadi pertanyaan.
Di sisi kendaraan listrik, pelibatan Laksana untuk pembuatan bodi menunjukkan bahwa sebagian nilai tambah dapat tertahan di dalam negeri. Skema hibah dari program yang diinisiasi MCEE dan GGGI juga berarti beban pengadaan armada awal tidak sepenuhnya bertumpu pada anggaran daerah, meski bahan tidak merinci nilainya. Komitmen Chul Youn Park memperluas bisnis kendaraan niaga listrik di berbagai kota menandakan Hyundai melihat peluang lanjutan setelah Surabaya dan Bali, sementara ketersediaan stasiun pengisian daya akan ikut menentukan seberapa cepat peluang itu dapat terwujud.
- Hyundai
- Bali
- Bus Listrik
- County EV
- Pemasok Lokal
Baca juga
BBRI Lanjutkan Buyback Tahap II Maksimal Rp1 Triliun, Berlaku hingga Januari 2027
27 Okt 2026, 17.37Bisnis OtomotifEkspor 10.000 Sapi Bali ke Timor-Leste: Peluang Ekonomi atau Pengalih Isu Pariwisata?
28 Okt 2026, 07.38KebijakanHonda Sambut Wacana Insentif Hybrid, PHEV, REEV dan Minta Kebijakan Konsisten
kemarinMobilStrategi Astra Daihatsu Menjaga Loyalitas Komunitas di Bali Lewat Kumpul Sahabat
29 Okt 2026, 07.33Terbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·