Edwin Soeryadjaya Tambah 711.900 Saham SRTG, Kepemilikan Jadi 36,0698%

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Edwin Soeryadjaya membeli 711.900 saham SRTG dalam dua transaksi, yakni 312.300 saham pada 22 Oktober 2026 dan 399.600 saham pada 23 Oktober 2026.
  2. 2Harga beli tercatat Rp 1.668 per saham pada 22 Oktober dan Rp 1.676 per saham pada 23 Oktober, dengan total nilai Rp 1,19 miliar.
  3. 3Kepemilikan Edwin kini 36,0698%, setara 4.892.813.190 saham SRTG.
  4. 4Sebelumnya Edwin membeli 210.000 saham pada 24 September 2026 dan 150.000 saham pada 25 September 2026.
  5. 5Saham SRTG ditutup di Rp 1.670, sementara IHSG merosot 1,22% ke level 5.373,09.
Perempuan berpakaian hijab berbelanja di sebuah stan pasar yang ramai di Pontianak, Kalimantan, Indonesia.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

Edwin Soeryadjaya, pejabat tinggi di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), membeli 711.900 saham perusahaan itu lewat dua transaksi pada 22 dan 23 Oktober 2026. Pembelian tersebut mengerek kepemilikannya menjadi 36,0698%, atau 4.892.813.190 saham. Nilai transaksinya mencapai Rp 1,19 miliar.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Edwin Soeryadjaya kembali menambah porsi kepemilikannya di PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG). Lewat pembelian 711.900 saham, kepemilikannya naik menjadi 36,0698%.

Pembelian itu dilakukan dalam dua tahap. Pada 22 Oktober 2026, Edwin mengambil 312.300 saham, lalu menyusul 399.600 saham sehari berselang, 23 Oktober 2026.

Harga transaksi berbeda di tiap hari. Tahap pertama dieksekusi pada Rp 1.668 per saham, sedangkan tahap kedua pada Rp 1.676 per saham. Jika dijumlahkan, nilai pembelian mencapai Rp 1,19 miliar.

Setelah dua transaksi tersebut, Edwin tercatat menggenggam 4.892.813.190 saham SRTG, setara 36,0698%. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, tujuan transaksi dinyatakan sebagai investasi dengan status kepemilikan langsung.

Aksi ini bukan yang pertama dalam beberapa pekan terakhir. Pada 24 September 2026 Edwin membeli 210.000 saham SRTG, dan keesokan harinya, 25 September 2026, menambah 150.000 saham lagi.

Edwin sendiri bukan nama baru di perusahaan investasi ini. Kariernya dimulai pada 1978; ia meninggalkan Astra International pada 1993 untuk mendirikan Saratoga.

Di pasar, saham SRTG ditutup pada Rp 1.670 per saham. Pada sesi yang sama, harga bergerak antara Rp 1.640 dan Rp 1.695. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari itu merosot 1,22% ke posisi 5.373,09.

Di sisi korporasi, Saratoga disebut berencana menjual 4.876.200 saham treasuri hasil pembelian kembali tahun 2020. Penjualan lewat BEI tersebut dijadwalkan dimulai 18 Agustus 2026.

Bisnis Indonesia Premium turut mengangkat tema serupa dalam satu judul yang mengaitkan langkah Edwin di SRTG dengan penambahan koleksi saham DILD oleh Lo Kheng Hong. Rincian lebih lanjut mengenai transaksi DILD tidak tersedia dalam bahan ini.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Akumulasi bertahap oleh pihak yang sudah lama berada di pucuk pengurus perusahaan dapat dibaca sebagai sinyal keyakinan terhadap nilai saham, meski bahan tidak memuat penjelasan motif selain status investasi langsung. Pembelian dilakukan di rentang Rp 1.668 hingga Rp 1.676, tidak jauh dari penutupan Rp 1.670, sehingga tidak tampak ada lonjakan harga yang dikejar. Besarnya nilai transaksi, Rp 1,19 miliar, tergolong kecil dibanding total kepemilikan 4.892.813.190 saham, sehingga arti pentingnya lebih pada konsistensi arah ketimbang ukuran.

Konteks pasar juga patut dicermati. Pembelian terjadi ketika IHSG melemah 1,22% ke 5.373,09, sehingga langkah akumulasi di tengah tekanan indeks berpotensi dibaca pelaku pasar sebagai sikap berlawanan arus. Rencana Saratoga melepas 4.876.200 saham treasuri lewat BEI menjadi pertanyaan lain: bagaimana penambahan pasokan saham itu berinteraksi dengan pembelian pemegang saham besar. Karena bahan tidak memuat sisi harga BBM maupun pajak kendaraan, tafsir ini terbatas pada dinamika pasar saham yang tercatat dalam fakta di atas.

  • Edwin Soeryadjaya
  • SRTG
  • Saratoga
  • Lo Kheng Hong
  • DILD

Baca juga

Terbaru