Demo BEM UI di Bundaran HI Bubar Karena Hujan Deras, Lima Tuntutan Disuarakan

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

    Upacara pengibaran bendera resmi di acara publik di Jawa Barat, Indonesia. Pejabat berpakaian seragam hadir.
    Ilustrasi · Foto: kevin yung / Pexels

    Aksi demonstrasi mahasiswa BEM UI di Bundaran Hotel Indonesia pada 28 Oktober 2026 berakhir pada malam hari akibat hujan deras yang mengguyur lokasi. Massa yang memadati kawasan tersebut membawa lima tuntutan utama terkait penetapan status bencana nasional, evaluasi anggaran pendidikan, dan reformasi hukum. Pemerintah dan kepolisian merespons dengan mengawal keamanan serta siap menampung aspirasi selama aksi berlangsung tertib.

    Aksi ini berlangsung dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 dan membawa lima tuntutan yang mencakup isu lingkungan, ekonomi, pendidikan, reformasi hukum, serta perlindungan hak asasi manusia.

    Sebelumnya, massa mulai memadati kawasan Bundaran HI sekitar pukul 15.00 WIB setelah melewati hambatan barikade polisi. Sebagian peserta aksi berhasil menembus penghalang yang dipasang aparat di sekitar Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin. Arus lalu lintas di kawasan tersebut ditutup total oleh kepolisian untuk mengamankan aksi, dengan rekayasa lalu lintas situasional diterapkan di sekitar Monas hingga DPR.

    Kepala Staf Kepresidenan Listyo Sigit Prabowo menyatakan kesiapan pemerintah untuk menampung aspirasi dari perwakilan mahasiswa dan pengunjuk rasa lainnya selama aksi dilaksanakan dengan tertib. Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 dan mengimbau agar massa tidak terprovokasi atau bertindak anarkis.

    Wakil Kapolda Metro Jaya Irjen Adex Yudiswan menawarkan bantuan transportasi bagi mahasiswa yang ingin pulang dan menyarankan penggunaan media sosial sebagai alternatif penyampaian pendapat di era teknologi.

    Hujan deras turun di kawasan Bundaran HI pada sekitar pukul 19.10 WIB, memicu massa untuk mencari tempat berteduh. Sebagian massa membubarkan diri pada pukul 18.45 WIB, sementara yang lain bertahan hingga malam. Arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI kembali dibuka pada pukul 20.10 WIB setelah massa bubar.

    Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) merespons tuntutan mahasiswa dengan menegaskan komitmen menangani isu publik.

    Analisis redaksi

    Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

    Dari perspektif ekonomi, tuntutan penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dianggap menyedot anggaran pendidikan menjadi sorotan utama. Data yang beredar menyebutkan MBG menyedot 29% dari anggaran pendidikan atau Rp240 triliun dalam RAPBN 2027. Angka ini menjadi pertanyaan penting bagi publik, mengingat pemerintah mengklaim telah meningkatkan anggaran pendidikan menjadi Rp 824 triliun di APBN 2027. Potensi kesenjangan antara klaim peningkatan anggaran dengan realisasi program populis dapat memengaruhi daya beli masyarakat dan kualitas pendidikan jangka panjang.

    Selain itu, tuntutan penurunan biaya pendidikan dan pemerataan akses layanan dasar patut dicermati dalam konteks pertumbuhan ekonomi 5,45% pada semester I 2026. Pertumbuhan ini, meskipun positif, perlu diikuti dengan peningkatan daya beli dan kualitas lapangan kerja agar manfaat pembangunan dirasakan masyarakat. Data pengangguran dan PHK di berbagai daerah, seperti Jawa Barat dengan 13.044 orang terkena PHK, menunjukkan bahwa tantangan ekonomi riil masih ada. Oleh karena itu, evaluasi terhadap alokasi anggaran negara menjadi krusial untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal benar-benar berpihak pada rakyat, sebagaimana dituntut dalam aksi tersebut.

    • BEM UI
    • Bundaran HI
    • Demonstrasi Mahasiswa
    • Reformasi Hukum

    Baca juga

    Terbaru