Demo 28 Oktober: Pintu MRT Dukuh Atas Ditutup, 53 Aksi Digelar, Lalin Dijaga

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Polda Metro Jaya mencatat 53 aksi penyampaian aspirasi di wilayah DKI Jakarta pada Rabu (28/10), selain 24 kegiatan masyarakat lain.
  2. 2Ditlantas menyiapkan skema rekayasa dan pengalihan arus di kawasan Sudirman-Thamrin dan ruas lain yang berpotensi terdampak, sementara Dirlantas menyebut belum ada pengalihan arus pada Rabu itu.
  3. 3Aksi mahasiswa di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat, berlangsung hingga malam dan diwarnai pembakaran serta tembakan gas air mata.
  4. 4Jumlah personel lalu lintas yang disiagakan disebut sekitar 1.000 orang dan 1.249 orang, dan dapat ditambah bila terjadi kemacetan.
Pemandangan terkena sinar matahari dari Gedung Parlemen Hongaria di Budapest yang menampilkan arsitektur Neo-Gotik.
Ilustrasi · Foto: Lajos Kristóf Kántor / Pexels

Polisi menyiagakan ribuan personel lalu lintas dan mengimbau pengendara menghindari ruas terdampak. Perjalanan kereta MRT tetap beroperasi normal.

Kereta sendiri tetap melayani penumpang seperti biasa.

Bagi pengguna yang biasa naik lewat dua pintu itu, perusahaan menyarankan opsi lain. "Pelanggan dapat menggunakan alternatif Entre lainnya," kata Rendy Primartantyo, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda).

Di jalan raya, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meminta pengendara menjauhi ruas yang terdampak unjuk rasa. Demonstrasi dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB pada hari itu. Titik yang diperkirakan menjadi lokasi penyampaian pendapat meliputi kawasan DPR/MPR RI, Bundaran HI, Monas, dan Tuqu Tani.

Sejumlah ruas di Jakarta Pusat berpotensi padat sepanjang acara berlangsung, sehingga pengguna jalan diminta mempertimbangkan rute alternatif.

Polda Metro Jaya mencatat 53 aksi penyampaian aspirasi di wilayah DKI Jakarta pada hari tersebut. Di luar itu, ada 24 kegiatan masyarakat lain yang digelar di kota yang sama.

Soal pengalihan arus, keterangan polisi tidak seragam. Dirlantas Kombes Firman Darmansyah memastikan belum ada pengalihan pada Rabu itu. "Sampai saat ini situasi masih normal dan belum ada pengalihan arus. Kami tetap mengutamakan kepentingan masyarakat agar dapat beraktivitas seperti biasa," kata Kombes Firman Darmansyah.

Di sisi lain, Ditlantas telah menyiapkan skema rekayasa dan pengalihan arus di kawasan Sudirman-Thamrin serta ruas lain yang berpotensi terdampak.

Soal kekuatan personel, angka yang beredar berbeda-beda. Satu keterangan menyebut sekitar 1.000 personel lalu lintas disiapkan untuk mendukung kelancaran aktivitas warga. Keterangan lain menyebut 1.249 personel disiagakan untuk mengamankan kegiatan penyampaian pendapat. Kombes Firman menyatakan jumlah petugas dapat ditambah jika terjadi kemacetan.

Pendekatan petugas, menurut pimpinan kepolisian, dimulai dari cara persuasif. "Penegakan hukum merupakan langkah terakhir. Jadi, untuk saat ini kami lebih mengutamakan pendekatan persuasif dan edukatif," kata Kombes Firman Darmansyah. Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyampaikan hal senada. "Oleh karena itu, pelaksanaan tugas dimulai dari langkah-langkah pendekatan persuasif dan humanis," ujarnya.

Situasi di lapangan sempat memanas pada malam hari. Demo mahasiswa di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat, berlangsung hingga malam, dan massa membakar sesuatu serta melempari polisi dengan botol air mineral. Aparat membalas dengan tembakan gas air mata di kawasan Jalan Imam Bonjol, Menteng, sementara barisan polisi berjaga bertameng hitam.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Penutupan dua pintu Dukuh Atas sambil tetap menjalankan kereta dapat dibaca sebagai upaya menjaga layanan inti tanpa membuka akses di titik yang dianggap rawan. Bagi pengguna, beban praktisnya berpindah ke pintu lain di stasiun yang sama, dan hal ini patut dicermati karena stasiun itu berada di koridor yang disebut dalam skema rekayasa Sudirman-Thamrin.

Keterangan polisi yang tampak berlawanan, yakni belum ada pengalihan arus di satu sisi dan skema rekayasa sudah disiapkan di sisi lain, berpotensi dibaca sebagai tahapan: skema disiapkan lebih dulu, lalu dijalankan bila kepadatan meningkat. Perbedaan angka personel menjadi pertanyaan tersendiri soal cakupan penugasan. Dengan 53 aksi dalam sehari dan eskalasi di Imam Bonjol pada malam hari, pengendara dan penumpang transportasi umum berpotensi menghadapi situasi yang cepat berubah, sehingga imbauan memilih rute alternatif layak diikuti.

  • Demo
  • MRT Dukuh Atas
  • Polisi
  • Lalu Lintas
  • Jakarta

Baca juga

Terbaru