Arak Bali Laku US$400 di Las Vegas, Sementara 11 Bus Listrik Mulai Jalan

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Seluruh hasil lelang arak disumbangkan untuk kegiatan amal kemanusiaan, khususnya penyintas kanker.
  2. 2Pemprov Bali meluncurkan 11 bus listrik dan enam fasilitas pengisian daya dari hibah Pemerintah Korea Selatan lewat Global Green Growth Institute.
  3. 3Dari 3.566.533 kendaraan aktif di Bali per 15 Oktober 2026, hanya 18.246 unit yang berupa kendaraan listrik.
  4. 4Arak ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda pada 2022 dan peredarannya diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020.
Tampilan dari atas meja bisnis dengan grafik dan laptop, ideal untuk konsep analisis data.
Ilustrasi · Foto: Lukas Blazek / Pexels

Pada hari yang berdekatan, Pemerintah Provinsi Bali meluncurkan 11 bus listrik hibah Korea Selatan di Denpasar pada Kamis petang. Dua kabar ini menggambarkan sisi berbeda ekonomi Bali: produk lokal yang melangkah ke luar negeri dan upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Arak Bali menembus panggung internasional.

Lelang itu menjadi bagian dari ajang Charity F@!& Cancer Flair Show yang berlangsung di hotel tersebut. Seluruh hasil penjualannya disumbangkan sepenuhnya untuk kegiatan amal kemanusiaan, dan dana itu diperuntukkan bagi penyintas kanker.

Arak sendiri memiliki landasan pengakuan di dalam negeri. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi menetapkannya sebagai warisan budaya takbenda pada 2022. Soal peredaran, minuman khas ini berada di bawah pengaturan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 mengenai tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali.

Di saat yang sama, ada kabar lain dari Pulau Dewata yang menyangkut urusan energi dan transportasi.

Peluncuran berlangsung pada Kamis petang di Lapangan Timur Monumen Bajra Sandhi, Denpasar. Bodi bus dikerjakan karoseri Laksana di atas sasis Hyundai. Jalur perdananya adalah Koridor 1, mulai dari GOR Ngurah Rai, melewati Universitas Udayana, lalu berlanjut sampai kawasan Garuda Wisnu Kencana.

Skala armada ini baru terasa kecil bila dibandingkan dengan populasi kendaraan di pulau tersebut. Catatan Badan Pendapatan Daerah Bali per 15 Oktober 2026 menunjukkan 3.566.533 unit kendaraan aktif, dengan 3.548.287 unit di antaranya memakai bahan bakar fosil dan 18.246 unit berupa kendaraan listrik.

Gubernur Bali Wayan Koster mengaitkan peralihan ini dengan mutu udara.

Koster juga menyodorkan hitungan biaya. Untuk perjalanan pulang-pergi Denpasar-Singaraja, ongkos yang semula sekitar Rp500.000 dengan bahan bakar minyak turun menjadi sekitar Rp140.000 bila memakai mobil listrik.

Sisi pasokan listrik turut disiapkan. Bali mendapat kuota pembangkit tenaga surya 1.000 megawatt, dengan lokasi di Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng, dan pembangunannya dipatok mulai pada 2027.

Koster menegaskan arah kebijakannya setelah terpilih kembali pada periode kedua. "Sekarang, Astungkara di periode kedua terpilih lagi. Oleh karena itu, kebijakan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai ini akan kami tancap gas, dipercepat di Bali," kata Wayan Koster.

Bagi pembaca, kedua kabar ini berdiri di jalur yang berbeda tetapi sama-sama menyentuh ekonomi daerah. Yang satu memperlihatkan produk lokal bernilai budaya tampil di forum luar negeri, yang lain memperlihatkan langkah awal pemerintah daerah menata ulang kebutuhan energi transportasi.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Angka US$400 untuk empat botol arak lebih tepat dibaca sebagai penanda pengenalan produk ketimbang ukuran nilai ekspor, sebab bahan hanya mencatat penjualan lelang amal yang hasilnya seluruhnya disumbangkan. Status warisan budaya takbenda 2022 serta keberadaan pergub tata kelola minuman fermentasi dan destilasi khas Bali dapat menjadi pijakan hukum bagi pelaku usaha, tetapi bahan tidak memuat data volume ekspor atau nilai pasar arak, sehingga menjadi pertanyaan apakah eksposur seperti ini berpotensi berlanjut menjadi pendapatan nyata bagi perajin.

Dari sisi harga BBM, selisih biaya Denpasar-Singaraja yang disebut Koster, dari sekitar Rp500.000 menjadi sekitar Rp140.000, menunjukkan mengapa kendaraan listrik berpotensi menarik bagi pengguna yang peka terhadap harga bahan bakar. Namun, dengan 18.246 kendaraan listrik di antara 3.566.533 kendaraan aktif, porsi listrik masih sangat kecil, sehingga dampaknya terhadap konsumsi BBM di Bali patut dicermati secara bertahap. Kuota surya 1.000 megawatt yang baru mulai dibangun pada 2027 juga berarti sumber listrik bersih belum tersedia dalam waktu dekat, dan hal itu dapat memengaruhi seberapa besar manfaat lingkungan dari bus listrik yang kini mulai beroperasi. Bahan tidak memuat rincian soal pajak kendaraan, sehingga bagaimana kebijakan fiskal akan mengikuti percepatan ini masih menjadi pertanyaan.

  • Bali
  • Las Vegas
  • Korea Selatan
  • bus listrik
  • arak Bali

Baca juga

Terbaru