PEVS 2026 di JIExpo Kemayoran: 38 Merek Hadir, Pengunjung Masuk Gratis

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1PEVS 2026 berlangsung 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
  2. 2Pameran diikuti lebih dari 38 merek, dan akses masuk gratis lewat registrasi online.
  3. 3Merek mobil listrik yang hadir antara lain BAIC, BYD, Chery, DFSK, MAB, MG, Polytron, dan Wuling.
  4. 4Pengunjung berkesempatan memperoleh cashback pembelian kendaraan listrik hingga Rp 200 juta.
  5. 5Periklindo mendorong insentif kendaraan listrik diperluas ke mobil komersial.
Pemandangan dinamis POV seorang pengendara motor di jalan raya India yang ramai di Bengaluru.
Ilustrasi · Foto: Brijesh H / Pexels

Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 digelar pada 29 Oktober hingga 1 November di JIExpo Kemayoran, Jakarta, dengan 38 merek peserta. Pengunjung tidak dipungut biaya masuk dan cukup mendaftar secara daring. Pameran yang diselenggarakan Dyandra Promosindo bersama Periklindo ini memuat mobil, motor, transportasi publik, hingga teknologi mobilitas udara.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Pameran kendaraan listrik Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 akan digelar pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Penyelenggaranya adalah Dyandra Promosindo bersama Periklindo.

Jumlah peserta mencapai 38 merek, dan sejumlah laporan menyebut angkanya lebih dari itu. Sebanyak 15 di antaranya adalah merek mobil dan motor listrik, sedangkan sisanya berasal dari sektor kendaraan listrik serta industri pendukung. Ajang ini merupakan penyelenggaraan kelima PEVS.

Pengunjung tidak perlu membeli tiket. Akses masuk gratis melalui registrasi online. "Kegiatan PEVS 2026 terbuka secara gratis, tanpa tiket, artinya harapannya semoga semakin banyak orang yang hadir," kata Rumpoko Hadi, Director Dyandra Promosindo.

Untuk roda empat, merek yang dipastikan hadir meliputi BAIC, BYD, Chery, DFSK, MAB, MG, Polytron, dan Wuling. Daftar yang dirilis media lain juga memuat Seres, sementara sumber lain menyebut Denza dan penulisan Danza. Perbedaan penulisan ini menunjukkan daftar peserta belum sepenuhnya seragam di berbagai pemberitaan.

Di segmen roda dua, peserta mencakup Alva, Indomobil E-Motor, Polytron, Selis, dan United. Honda ikut hadir melalui PT Astra Honda Motor (AHM). Pameran menempati Hall B3 hingga C3.

Jadwal kunjungan berbeda tiap hari. Pada 29 Oktober pameran dibuka pukul 12.00-19.00 WIB, lalu 30-31 Oktober pukul 10.00-19.00 WIB. Pada hari terakhir, 1 November, pameran buka pukul 10.00-18.00 WIB.

Selain kendaraan darat, PEVS menyediakan Mobility Zone yang menampilkan teknologi mobilitas udara dan laut, termasuk drone kargo dan eVTOL. Operator transportasi publik seperti LRT Jakarta, Transjakarta, dan MRT Jakarta juga ambil bagian.

Bagi calon pembeli, tersedia cashback pembelian kendaraan listrik hingga Rp 200 juta. Daswar Marpaung, Presiden Direktur Dyandra Promosindo, mengatakan pihaknya menghadirkan partisipasi merek yang semakin beragam dan program yang lebih inovatif untuk mempertemukan pelaku industri dengan pasar.

Daswar juga memaparkan perkembangan pasar. Penjualan mobil listrik pada 2024 mencapai 99 ribu unit, lalu naik menjadi 150 ribu unit pada 2025. Penjualan kendaraan listrik hingga Agustus tahun ini tercatat 101 ribu unit. Ia menyebut porsi kendaraan listrik di Indonesia naik dari 5 persen ke 16 persen. "Kendaraan listrik ini cukup besar, pada awalnya sangat sedikit mungkin kurang dari lima persen," kata Daswar Marpaung.

"Transisi menuju kendaraan listrik merupakan transformasi besar yang tidak mudah, sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak. Kami juga mendorong dukungan insentif bagi kendaraan listrik komersial," kata Moeldoko.

Periklindo, menurut Moeldoko, akan mendorong agar insentif ke depan tidak hanya menyasar mobil penumpang, tetapi juga mobil komersial. "Untuk itulah PERIKLINDO akan mendorong agar insentif ke depannya tidak saja diberikan kepada mobil-mobil, tetapi mobil komersial," ujarnya.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Akses gratis dan cashback hingga Rp 200 juta dapat dibaca sebagai upaya mempertemukan minat pengunjung dengan keputusan membeli. Tanpa biaya masuk, pameran berpotensi menjaring pengunjung yang masih menimbang-nimbang, bukan hanya penggemar otomotif. Hal ini sejalan dengan tujuan sosialisasi yang disampaikan Moeldoko.

Data penjualan yang dipaparkan penyelenggara, dari 99 ribu unit pada 2024 menjadi 150 ribu unit pada 2025, menggambarkan pasar yang sedang tumbuh. Namun, bahan yang ada belum memuat rincian kategori kendaraan yang dihitung, sehingga perbandingan angka-angka tersebut patut dicermati. Dorongan Periklindo agar insentif mencakup kendaraan komersial juga menjadi pertanyaan lanjutan: seberapa jauh ajakan itu akan ditanggapi pembuat kebijakan, hal yang belum dijawab oleh bahan yang tersedia.

Baca juga

Terbaru