Chery Targetkan 70% Ekspor Dibuat di Luar China pada 2030

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Porsi produksi luar negeri untuk kendaraan ekspor ditargetkan melampaui 50% pada akhir 2026, 60% pada 2027, dan 70% pada 2030.
  2. 2Mobil ekspor buatan fasilitas di luar China baru sekitar 48% dari volume ekspor sepanjang 2026.
  3. 3Chery menggandeng Ebro untuk manufaktur di Spanyol dengan memakai bekas pabrik Nissan di Barcelona.
  4. 4Pengiriman ke pasar internasional pada Januari–September 2026 mencapai 1.551.178 unit, naik 65,6%.
  5. 5Mulai 2027 Chery merencanakan fasilitas pengisian daya cepat dan penyimpanan energi di Inggris, Spanyol, dan Thailand, serta robotaxi di Uni Emirat Arab.
Tampilan dekat dasbor mobil klasik dengan elemen desain retro dan setir.
Ilustrasi · Foto: Evandro Paula Alves / Pexels

Chery menargetkan lebih dari separuh mobil ekspornya diproduksi di luar China hingga akhir 2026, lalu naik bertahap menjadi 70% pada 2030. Target itu disampaikan Wakil Presiden Eksekutif Chery Zhang Guibing dalam sebuah acara industri, sementara realisasi sepanjang 2026 baru sekitar 48% dari volume ekspor.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Chery menetapkan arah baru produksi global: lebih dari separuh kendaraan ekspornya akan dirakit di luar China hingga akhir 2026. Porsi itu dirancang naik menjadi 60% pada 2027 dan 70% pada 2030.

Target tersebut disampaikan Wakil Presiden Eksekutif Chery Zhang Guibing dalam sebuah acara industri. Kepada khalayak, ia menggambarkan pendekatan perusahaan sebagai proses bertahap. "Langkah demi langkah, kami berupaya melokalkan produksi dan terutama mengandalkan manufaktur lokal," kata Zhang Guibing.

Sepanjang 2026, mobil ekspor yang dibuat di fasilitas luar China baru menyumbang sekitar 48% dari volume ekspor perusahaan. Angka itu berarti ambang 50% pada akhir tahun tinggal selangkah lagi, tetapi belum terlampaui.

Salah satu pijakan di Eropa ada di Spanyol. Chery bekerja sama dengan perusahaan otomotif Ebro dan memanfaatkan bekas pabrik Nissan di Barcelona.

Dari sisi kinerja, Chery Group mencatat penjualan global 2.206.789 kendaraan pada Januari hingga September 2026, tumbuh 9,9% dibanding periode yang sama tahun lalu. Pengiriman ke pasar internasional pada rentang itu mencapai 1.551.178 unit, naik 65,6%.

Sebagai pembanding, sepanjang 2025 Chery Group menjual 2.806.393 kendaraan, naik 7,8% dari tahun sebelumnya. Ekspor pada tahun itu berjumlah 1.344.020 unit, tumbuh 17,4% secara tahunan. Menurut data perusahaan, Chery bertahan sebagai eksportir mobil penumpang terbesar China selama 23 tahun berturut-turut.

Di Uni Emirat Arab, layanan robotaxi pertama Chery ditargetkan meluncur pada tahun yang sama.

Di sisi produk, Chery menggelar CHERY Brand Night di Wuhu, Anhui, pada 21 Oktober. Acara itu menjadi debut global SUV All-New TIGGO7 dan TIGGOX7. Perusahaan menyebut mobilnya telah dipercaya lebih dari 4,55 juta pengguna di seluruh dunia.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Pergeseran dari ekspor murni menuju produksi di negara tujuan dapat dibaca sebagai upaya menempatkan pabrik lebih dekat ke pasar. Fakta bahwa pengiriman internasional tumbuh 65,6% pada Januari–September 2026, sementara porsi produksi luar negeri baru sekitar 48%, menunjukkan skala ekspor yang membesar lebih cepat daripada kapasitas lokal. Karena itu, kejar-kejaran menuju 60% pada 2027 berpotensi menuntut penambahan fasilitas dalam waktu singkat.

Kerja sama dengan Ebro di bekas pabrik Nissan di Barcelona patut dicermati sebagai model: memakai lahan industri yang sudah ada dapat memangkas waktu pembangunan. Rencana pengisian daya cepat dan penyimpanan energi di tiga negara mulai 2027 berpotensi menjadi pelengkap bagi produksi lokal. Untuk konsumen Indonesia, yang menurut pemberitaan lebih mengutamakan fitur teknologi, efisiensi energi, dan fleksibilitas harga daripada reputasi merek, menjadi pertanyaan apakah strategi lokalisasi global ini akan menjangkau pasar dalam negeri. Bahan yang ada belum memuat rencana tersebut.

Baca juga

Terbaru