Volvo PHK 2.500 Karyawan, Rugi Rp3,7 Miliar Krona dan Pasar China Menyusut
Poin kunci
- 1Volvo berencana memutus hubungan kerja 2.500 karyawan secara global, dengan 2.000 posisi berlokasi di Swedia.
- 2Kerugian operasional yang disesuaikan pada kuartal III 2026 mencapai 3,7 miliar krona Swedia atau sekitar US$373 juta, berbalik dari laba 5,8 miliar krona setahun sebelumnya.
- 3Pengiriman kendaraan Volvo ke China turun lebih dari 40% karena merek lokal menguasai pasar kendaraan listrik.
- 4Saham Volvo anjlok hingga 27% ke rekor terendah dalam perdagangan awal di Stockholm, dan sepanjang tahun ini harga saham grup turun 54 persen.
- 5Regulator China meninjau aturan fitur interior mobil, dengan kendaraan produksi mulai 1 Januari 2027 wajib mematuhi usulan baru.

Volvo mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja global atas 2.500 karyawan, 2.000 di antaranya berada di Swedia, setelah mencatat rugi operasional pada kuartal III 2026. CEO Volvo Car AB menyebut pasar mobil buatan negara Barat di China menyusut dengan cepat, sementara saham perusahaan anjlok hingga 27% di Stockholm. Langkah ini menambah pemangkasan 3.000 posisi yang diumumkan sebelumnya.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Produsen kendaraan asal Swedia, Volvo, mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) secara global atas 2.500 karyawan. Dari jumlah itu, 2.000 posisi yang dipangkas ada di Swedia. Rencana ini diumumkan setelah perusahaan membukukan rugi operasional pada kuartal III 2026.
Pengurangan tersebut menyusul pengumuman sebelumnya tentang pemangkasan 3.000 posisi. Di sisi lain, perusahaan memperluas PHK hingga sekitar 6% dari total karyawannya.
Kinerja keuangan Volvo memburuk tajam. Rugi operasional yang disesuaikan pada kuartal III 2026 tercatat 3,7 miliar krona Swedia, setara sekitar US$373 juta. Pada kuartal III 2025, perusahaan masih meraup laba 5,8 miliar krona.
Margin laba kotor ikut tergerus. Angkanya hanya 14,7 persen pada kuartal III tahun ini, sedangkan setahun sebelumnya mencapai 20,4 persen.
Pasar bereaksi keras. Saham Volvo anjlok hingga 27% dan menyentuh rekor terendah dalam perdagangan awal di Stockholm. Sepanjang tahun ini, harga saham grup Volvo telah melorot 54 persen.
Biang persoalan, menurut CEO Volvo Car AB, ada di China. Ia menyatakan pasar mobil buatan negara-negara Barat di sana menyusut dengan cepat. Pengiriman kendaraan Volvo ke negara itu merosot lebih dari 40% karena merek lokal mendominasi segmen kendaraan listrik.
"Tidak ada yang akan sukses dengan resep lama, yaitu mengembangkan mobil global di Eropa dan menjualnya dengan harga premium di China. Masa-masa itu sudah berlalu," kata Håkan Samuelsson, CEO Volvo Car AB.
Di tengah tekanan itu, regulator China juga tengah menimbang aturan baru. Pemerintah di sana meninjau penggunaan layar sentuh dan fitur interior lain yang dinilai dapat mengganggu konsentrasi pengemudi. Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China menyebut kemungkinan larangan menyeluruh atas layar fleksibel dan layar lipat pada kendaraan.
Usulan itu membawa tenggat yang jelas. Kendaraan yang diproduksi mulai 1 Januari 2027 harus mematuhinya, sedangkan kendaraan yang sudah beredar wajib diperbarui paling lambat 1 Juli 2027. Sebelumnya, perusahaan teknologi lokal BOE memperkenalkan prototipe layar melengkung pada awal 2026.
Sejumlah rincian, termasuk jadwal pelaksanaan PHK dan skema pesangon, belum tercantum dalam bahan yang tersedia. Data keuangan yang dirujuk juga bersumber dari laporan keuangan Volvo Cars.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Dari kacamata ekonomi, rangkaian angka di atas menunjukkan tekanan yang berlapis. Margin laba kotor yang turun dari 20,4 persen menjadi 14,7 persen berpotensi menandakan bahwa harga jual dan biaya produksi sedang bergerak ke arah yang tidak menguntungkan produsen. Bila pengiriman ke China turun lebih dari 40% akibat dominasi merek lokal, pertanyaannya, ke mana kapasitas produksi yang menganggur itu akan dialihkan, dan berapa biaya yang harus ditanggung perusahaan untuk menyesuaikan diri.
Bagi konsumen dan pasar otomotif di negara lain, termasuk Indonesia, dampak langsung pada harga kendaraan maupun pajak belum tergambar dalam bahan yang ada, sehingga hal itu patut dicermati lebih lanjut dan tidak bisa disimpulkan sekarang. Yang dapat dibaca dari fakta tersedia adalah bahwa pernyataan CEO soal berakhirnya resep lama menjual mobil premium ke China berpotensi memaksa produsen Barat meninjau ulang strategi harga dan lokasi produksi. Rencana aturan fitur interior di China, yang berlaku bagi produksi mulai 1 Januari 2027, dapat menjadi beban penyesuaian tambahan, meski bahan tidak menyebut apakah Volvo terdampak langsung.
- Volvo
- Pemutusan Hubungan Kerja
- Pasar China
- Rugi Operasional
- Saham Volvo
Baca juga
Volkswagen Rugi €5,8 Miliar di Kuartal Ketiga, Penjualan Turun 6,3%
29 Okt 2026, 19.18Bisnis OtomotifBMW Pangkas 8.000 Karyawan, Pesangon Tembus Rp 13 Miliar per Orang
27 Okt 2026, 20.37MobilChery Targetkan 70% Ekspor Dibuat di Luar China pada 2030
24 Okt 2026, 12.54Bisnis OtomotifLaba Astra Q3 2026 Turun 12% ke Rp21,6 T, Didorong Item Non-Recurring
29 Okt 2026, 06.05Terbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·