Suahasil Lantik Lima Pejabat Eselon I Kemenkeu, Astera Primanto Jadi Sekjen
Poin kunci
- 1Astera Primanto Bhakti ditetapkan sebagai sekretaris jenderal menggantikan Robert Leonard Marbun berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 141/TPA Tahun 2026.
- 2Neilmaldrin Noor dan Hidayat Amir masing-masing dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak serta Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
- 3Sejak menjabat pada 14 September 2026, Suahasil telah dua kali merombak pejabat Kemenkeu.

Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik lima pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Gedung Djuanda, Jakarta. Astera Primanto Bhakti menempati kursi sekretaris jenderal menggantikan Robert Leonard Marbun. Ini perombakan kedua sejak Suahasil menjabat pada 14 September 2026.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Lima pejabat eselon I Kementerian Keuangan resmi dilantik Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Jumat, 23 Oktober 2026. Upacara digelar pukul 10.00 WIB di Aula Djuanda, Gedung Djuanda.
Kursi sekretaris jenderal kini diisi Astera Primanto Bhakti, yang menggantikan Robert Leonard Marbun. Penggantian itu mengacu pada Keputusan Presiden Nomor 141/TPA Tahun 2026.
Tri Budhianto dilantik sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan.
Dua jabatan staf ahli turut terisi. Neilmaldrin Noor menjadi Staf Ahli Bidang Pengawasan Pajak, sementara Hidayat Amir mengemban Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional.
Pos pimpinan Perimbangan Keuangan sebelumnya ditinggalkan Askolani, yang tidak lagi menjabat di sana sejak 1 Juli.
Astera sebelumnya memegang jabatan Direktur Jenderal Perbendaharaan, terhitung mulai 1 November 2022, dan dikukuhkan pada 23 Mei 2025. Ia lahir di Jakarta pada 20 Januari 1968, lulus Sarjana Ekonomi dari Universitas Jenderal Soedirman pada 1990, lalu meraih gelar Master of Taxation dari University of Denver pada 1997. Kariernya di Kementerian Keuangan bermula pada 1992 sebagai Penata Muda.
Sejak Suahasil menduduki kursi menteri pada 14 September 2026, perombakan pejabat ini menjadi yang kedua. Pada 21 September 2026, ia lebih dulu melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama Kemenkeu serta pejabat di Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Bahan yang tersedia tidak memuat satu pun pernyataan tentang kebijakan emisi maupun insentif kendaraan listrik, sehingga hubungan langsung antara rombakan ini dan agenda tersebut belum dapat ditarik. Yang tercatat hanyalah susunan jabatan baru: sekretaris jenderal, direktur jenderal perbendaharaan, direktur jenderal perimbangan keuangan, serta dua staf ahli di bidang pengawasan pajak dan ekonomi makro.
Dari konteks itu, pertanyaan yang patut dicermati adalah apakah susunan baru ini berpotensi memengaruhi cara kementerian menyusun dan menyalurkan insentif fiskal, termasuk yang menyasar kendaraan listrik. Posisi staf ahli bidang pengawasan pajak serta ekonomi makro dan keuangan internasional dapat menjadi saluran masukan teknis bagi menteri, tetapi sejauh mana peran itu menyentuh isu insentif kendaraan listrik belum terjawab oleh bahan yang ada. Karena ini perombakan kedua dalam waktu singkat sejak Suahasil menjabat, arah kebijakan fiskal di bawah susunan baru masih menjadi pertanyaan yang perlu dipantau lewat pernyataan resmi berikutnya.
- Suahasil Nazara
- Kementerian Keuangan
- Astera Primanto Bhakti
- Robert Leonard Marbun
Baca juga
SEMA 8/2026: Wewenang Mengangkat Tenaga Teknis Kepaniteraan Didelegasikan, Apa Isinya?
25 Okt 2026, 18.02Bisnis OtomotifDanantara dan Denera Lanjutkan Proyek PSEL, Pandu Sjahrir Hadapi Isu Kepemilikan Saham
29 Okt 2026, 15.14KebijakanMenperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu
5 jam laluKebijakanLaksamana Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari Matra Laut, Wafat pada Usia 82 Tahun
25 Okt 2026, 12.07Terbaru
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Bahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya? · Bisnis Otomotif ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·