Brent Tembus $116, Berapa Beban Biaya Operasional Kendaraan di Indonesia?
Poin kunci
- 1Futures Brent naik 3,1% ke $116,72 per barel, tertinggi sejak 29 April, sedangkan WTI naik 3,8% ke $103,27.
- 2Brent menguat 6,2% sepekan, kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.
- 3Serangan drone Houthi menghantam ladang Shaybah dan bandara di Dammam; Aramco mengevakuasi kantor pusat Dhahran.
- 4Sehari sebelumnya, Kamis (22/10), harga minyak melonjak sekitar 4 persen sebelum bergerak tipis pada Jumat pagi.

Harga minyak mentah Brent ditutup di $116,72 per barel pada Jumat (23/10), level tertinggi sejak akhir April, didorong kekhawatiran serangan AS lanjutan terhadap Iran dan gangguan di Arab Saudi. Kenaikan ini berpotensi menekan proyeksi biaya operasional kendaraan, termasuk di Indonesia, meski bahan belum memuat data harga BBM domestik.
JAKARTA, KABAR GAS POL — Harga minyak mentah dunia kembali menanjak ke level tertinggi dalam enam bulan. Futures Brent naik 3,1% menjadi $116,72 per barel pada Jumat (23/10), posisi tertinggi sejak 29 April. Acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), menguat 3,8% ke $103,27 per barel.
Sepanjang pekan ini Brent naik 6,2%, sehingga membukukan kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. WTI menguat 2% dalam periode yang sama. Investor memperkirakan Washington akan melanjutkan serangan terhadap Iran.
Pejabat AS juga menyampaikan kepada The New York Times bahwa AS dan Israel menyiapkan rencana serangan baru terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu.
Di sisi pasokan, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan seluruh personel non-esensialnya meninggalkan Arab Saudi. Serangan drone ke ladang minyak Shaybah pada Rabu menewaskan dua orang dan melukai dua lainnya. Serangan ke Bandara Internasional King Fahd di Dammam, menurut laporan itu, menelan sedikitnya dua korban jiwa dan delapan orang terluka.
Saudi Aramco meminta stafnya mengosongkan kantor pusat di Dhahran dan bekerja dari jarak jauh setelah rangkaian serangan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Dhahran berada di kawasan Teluk yang berbatasan dengan Bahrain.
Pada perdagangan Kamis (22/10), Brent ditutup di level tertinggi sejak 4 Mei setelah melonjak sekitar 4 persen. Pada Jumat pagi, harga sempat bergerak tipis; Brent turun 0,2 persen ke US$112,96 per barel pada pukul 00.30 GMT, sementara WTI melemah 0,3 persen ke US$98,12. Pergerakan itu kemudian berbalik naik hingga penutupan.
Gangguan pasokan juga dilaporkan datang dari Libya. Katup pipa yang menghubungkan ladang Hamada dan Tahara dengan pelabuhan Zawiya disebut ditutup.
Dari jalur diplomasi, Moskow menyatakan pada Rabu (21/10) siap melanjutkan pembicaraan dengan Ukraina yang dimediasi AS bulan depan. Kyiv berharap negosiasi damai dapat dimulai awal November. Rusia tercatat sebagai produsen minyak mentah terbesar ketiga dunia pada 2025, di bawah AS dan Arab Saudi.
Analisis redaksi
Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta
Bagi pengguna kendaraan di Indonesia, angka $116 per barel patut dicermati karena minyak mentah merupakan bahan baku utama BBM. Bahan yang tersedia tidak memuat harga BBM domestik, kebijakan subsidi, maupun skema pajak kendaraan, sehingga seberapa besar kenaikan harga dunia akan menjalar ke pompa bensin di dalam negeri masih menjadi pertanyaan. Yang dapat dibaca dari fakta yang ada adalah arah tekanannya: Brent naik tiga pekan beruntun dan menyentuh level tertinggi sejak akhir April.
Sumber risikonya pun belum mereda. Serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, evakuasi kantor pusat Aramco, dan penutupan katup pipa di Libya menunjukkan gangguan pasokan yang berlapis. Bila ketegangan berlanjut, biaya bahan bakar berpotensi menjadi komponen yang makin berat dalam proyeksi biaya operasional kendaraan pribadi maupun armada niaga. Sebaliknya, pembicaraan Rusia-Ukraina yang dijadwalkan bulan depan dapat menjadi faktor penyeimbang, meski hasilnya belum pasti. Pelaku usaha logistik dan pemilik kendaraan sebaiknya memantau perkembangan ini sebelum menetapkan anggaran bahan bakar.
- Harga Minyak Mentah
- Biaya Operasional Kendaraan
- Harga BBM
Baca juga
Brent Tembus $116, Wall Street Tertekan: Seberapa Jauh Imbasnya ke Biaya Kendaraan?
25 Okt 2026, 07.09Bisnis OtomotifHormuz Diakali, Minyak Tetap Mengalir: Siapa yang Menanggung Biaya Logistik?
25 Okt 2026, 09.04Bisnis OtomotifHarga BBM 30 Oktober 2026 Stabil: Pertamax Jakarta Rp15.950 per Liter
kemarinBisnis OtomotifBahlil: 30 Perusahaan Cangkang Tak Lagi Bisa Impor BBM, Bagaimana Harganya?
10 jam laluTerbaru
- Menperin Kaji Pengecualian Ganjil Genap Mobil Listrik, Pemilik BEV Jakarta Menunggu · Kebijakan ·
- IMOS 2026 Diikuti 15 Merek Motor, Sepuluh di Antaranya Bukan Anggota AISI · Mobil ·
- VW Tour Satukan Tanah Lot dan Jatiluwih dalam Satu Rute di Tabanan · Mobil ·
- Kurir dan Ojol Jadi Sasaran Pertama Motor Listrik 2027, Bagaimana Syaratnya? · Kebijakan ·
- Tiga Pertanyaan yang Tersisa dari Prospektus IPO Anthropic: Biaya, Cloud, Risiko · Bisnis Otomotif ·