Subaru Buka Detail Platform EV Buatan Sendiri dengan Daya 510 HP

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Subaru memperkenalkan prototipe EV pertama buatan sendiri sebagai bagian dari upaya mandiri dari Toyota.[1]
  2. 2Baterai buatan bersama Panasonic Energy berisi 4000 sel silinder, diklaim 25 persen lebih ringan dan berkepadatan energi 20 persen lebih tinggi.[3][4]
  3. 3Platform baru diklaim sekitar 220 pon lebih ringan dan teknologinya dijadwalkan diterapkan pada 2029.[3][4]
Sebuah mobil hitam di jalan musim gugur yang indah melalui hutan Grand Est, Prancis.
Ilustrasi · Foto: Aurélien L'Hoost | 🇧🇪 / Pexels

Subaru memperlihatkan prototipe kendaraan listrik pertama yang dikembangkan secara internal, berbasis Outback dengan wheelbase lebih panjang. Prototipe itu memakai dua motor dengan tenaga sekitar 510 tenaga kuda dan dijadwalkan menerapkan teknologinya mulai 2029. Langkah ini disebut sebagai upaya Subaru melepaskan diri dari ketergantungan pada Toyota.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Subaru memperlihatkan prototipe kendaraan listrik pertama yang dikembangkan sepenuhnya oleh tim internalnya. Pengungkapan itu menjadi bagian dari langkah produsen otomotif Jepang tersebut untuk berjalan sendiri tanpa bergantung pada Toyota [1].

Prototipe yang ditampilkan dibangun di atas Outback dengan jarak sumbu roda yang diperpanjang [3]. Subaru juga membuka detail awal platform EV khusus yang digarap secara mandiri [3].

Sistem tenaganya memakai penggerak roda empat dengan dua motor listrik, menghasilkan gabungan sekitar 510 tenaga kuda [3]. Angka itu melampaui 500 tenaga kuda, sebagaimana dirumuskan dalam penjelasan resmi platform tersebut [4]. Mobil ini diklaim sanggup melesat ke 62 mph dalam waktu kurang dari empat detik [3].

Pembagian tenaga antara kedua motor tidak sama. Unit depan berperingkat 201 tenaga kuda, sedangkan unit belakang mengeluarkan 308 tenaga kuda [3]. Dalam satuan kilowatt, e-axle depan tercatat 150 kW dan e-axle belakang 230 kW [4].

Motor tersebut digarap bersama Aisin. Subaru mengklaim efisiensinya 30 persen di atas rata-rata industri [3][4].

Untuk sumber energi, Subaru menggandeng Panasonic Energy. Paket baterainya tersusun dari 4000 sel silinder dan diklaim 25 persen lebih ringan ketimbang baterai terdahulu Subaru [3]. Kepadatan energinya ditargetkan 20 persen lebih tinggi daripada rata-rata industri [3][4].

Bobot menjadi tema utama. Platform baru ini diklaim sekitar 220 pon lebih ringan daripada platform yang sudah ada [3][4]. Penerapan teknologinya dijadwalkan mulai 2029 [4].

Di sisi lain, Subaru belum meninggalkan mesin bensin.

Isinya mendorong Uni Eropa memperluas kebijakan "Buatan Eropa" agar mencakup kendaraan yang diproduksi di Jepang, Inggris, dan Turki [2].

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Pengungkapan prototipe ini dapat dibaca sebagai sinyal bahwa Subaru serius membangun kemampuan EV di dalam rumah sendiri. Dasarnya adalah gabungan beberapa fakta: pengembangan platform khusus secara internal, kerja sama dengan Panasonic Energy untuk baterai dan Aisin untuk motor, serta jadwal penerapan pada 2029 [3][4]. Rangkaian itu berpotensi menunjukkan bahwa Subaru tidak sekadar memasang komponen jadi, melainkan merancang arsitektur kendaraan dari awal, terlepas dari pembahasan soal kemandirian dari Toyota [1].

Sebagian besar angka yang beredar masih berupa klaim dan target, mulai dari bobot yang lebih ringan hingga efisiensi motor dan kepadatan energi baterai [3][4]. Karena itu, patut dicermati apakah hasil pada mobil produksi nanti sejalan dengan angka-angka tersebut. Menjadi pertanyaan pula bagaimana posisi Subaru bila Toyota, yang di Eropa sedang mendorong perluasan kebijakan "Buatan Eropa" [2], dan Subaru kelak menempuh jalur yang makin berbeda di pasar global. Bahan yang tersedia belum memuat jawabannya.

Baca juga

Subaru Buka Detail Platform EV Sendiri Berbasis Outback