IHSG Anjlok ke Level Terendah 6 Tahun, Danantara Siapkan $5 Miliar

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Jakarta Composite Index turun lebih dari 5% pada Senin ke level terendah sejak awal Oktober 2020.[1]
  2. 2MSCI mengusulkan reklasifikasi Indonesia dari pasar berkembang ke status berdiri sendiri, dengan keputusan akhir diharapkan pada bulan Juni.[1]
  3. 3Goldman Sachs memperkirakan aliran keluar dana pasif sekitar $5,6 miliar bila Indonesia dicoret sepenuhnya dari indeks pasar berkembang MSCI.[1]
  4. 4Indonesia punya waktu hingga April 2027 untuk menjalankan reformasi terkait status indeks.[2]
Pasar Indonesia yang ramai dengan orang-orang berbelanja produk segar.
Ilustrasi · Foto: Rizky Rianto / Pexels

Indeks saham acuan Indonesia merosot lebih dari 5% pada Senin ke posisi terendah dalam enam tahun, dipicu kekhawatiran MSCI menurunkan status pasar saham Indonesia.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Indeks saham acuan Indonesia terperosok lebih dari 5% pada Senin dan menyentuh level terendah dalam enam tahun. Pemicunya adalah kekhawatiran bahwa MSCI akan menurunkan peringkat pasar saham Indonesia [1]. Jakarta Composite Index kini berada di posisi terendah sejak awal Oktober 2020 [1].

MSCI, penyedia indeks saham global yang menjadi patokan banyak manajer dana dunia, mengusulkan agar Indonesia langsung direklasifikasi dari pasar berkembang menjadi pasar berstatus berdiri sendiri. Keputusan akhir diharapkan keluar pada bulan Juni [1]. Usulan itu sebelumnya sudah memicu penurunan Jakarta Composite Index sebesar 11,6% [2].

Goldman Sachs memperingatkan, bila Indonesia dikeluarkan sepenuhnya dari indeks pasar berkembang MSCI, dana pasif sekitar $5,6 miliar dapat mengalir keluar [1]. Angka itu setara 18 hari volume perdagangan harian rata-rata konstituen Indeks Pasar Investasi MSCI Indonesia [1]. Tambahan $2,7 miliar berisiko menyusul jika FTSE Russell mengambil langkah serupa [1].

Dana aktif yang mengacu pada indeks MSCI dan FTSE juga menyimpan lebih dari $8 miliar di ekuitas Indonesia [1]. Sepanjang tahun hingga Jumat lalu, Indeks MSCI Indonesia telah turun 47%, sementara investor asing menarik bersih $5,1 miliar dari ekuitas Indonesia [1]. Saham-saham konsumen turun lebih dari 20% akibat perubahan persepsi pasar [2].

Sayap manajemen aset lembaga itu mengawasi lebih dari 1.000 perusahaan milik negara [2]. Pada 6 Oktober, Danantara juga mengumumkan investasi $250 juta di HighPeak Energy [2].

"Kami mendorong tim kami untuk fokus pada fundamental bisnis Indonesia karena mereka tumbuh secara sehat," kata Pandu Sjahrir, chief investment officer Danantara [2]. Ia juga menyebut, "Idenya adalah menciptakan nilai ekonomi, dan belum tentu nilai komersial terlebih dahulu" [2].

Goldman Sachs menilai valuasi sudah menyusut signifikan. Menurut strategisnya, Alvin So: "Valuasi telah menyusut signifikan, tetapi tetap di atas lembah historis; risiko indeks, laba, dan makro membatasi re-rating" [1]. Pemerintah masih punya waktu hingga April 2027 untuk menerapkan reformasi terkait status indeks [2].

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Bahan yang ada tidak memuat data penjualan kendaraan, harga BBM, maupun pajak kendaraan, sehingga kaitan langsung ke pasar otomotif tidak bisa ditarik secara pasti. Yang tersedia adalah gambaran likuiditas pasar modal: investor asing menarik bersih $5,1 miliar tahun ini [1], dan saham konsumen turun lebih dari 20% [2]. Penurunan itu berpotensi mencerminkan sikap hati-hati investor terhadap emiten yang bergantung pada belanja rumah tangga, dan sektor otomotif termasuk yang patut dicermati.

Dana $5 miliar Danantara dapat menjadi penopang, tetapi skalanya berpotensi tertimbun oleh potensi arus keluar dana pasif $5,6 miliar yang diperingatkan Goldman Sachs [1][2]. Rentang waktu penyaluran enam hingga sembilan bulan juga lebih panjang daripada tenggat keputusan MSCI pada bulan Juni [1][2]. Menjadi pertanyaan, seberapa jauh dana negara mampu menahan tekanan jual sebelum keputusan itu keluar, dan apakah reformasi sebelum April 2027 cukup meyakinkan pasar [2].

Baca juga