Changan Targetkan 27 Dealer di Indonesia, Kapasitas Baterai Bersama CATL Capai 75 GWh

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

  1. 1Changan Indonesia menargetkan pembukaan 27 dealer resmi untuk memperkuat layanan purnajual dan akses suku cadang.[3][1]
  2. 2Changan mulai hadir di Indonesia pada November 2025 dan kini memasarkan Lumin, Deepal S07, Deepal S05, serta Nevo Q05.[3]
  3. 3Deepal S05 tersedia dengan teknologi BEV dan REEV.[1][3]
  4. 4Perusahaan patungan CATL-Changan menambah kapasitas 25 GWh dengan investasi 5 miliar yuan atau sekitar Rp11 triliun, ditargetkan beroperasi pada 2027.[2]
  5. 5Baterai solid-state Golden Bell diklaim berkepadatan energi hingga 400 Wh/kg dan dijadwalkan uji jalan pada 2026.[2]
Sebuah SUV perak melaju di jalan tol yang dikelilingi oleh pepohonan hijau subur dan awan dramatis.
Ilustrasi · Foto: Sami Aksu / Pexels

Changan Indonesia menargetkan pembukaan 27 dealer resmi menjelang setahun kehadirannya sejak November 2025, bersamaan dengan penguatan lini mobil listrik di pasar domestik. Di Tiongkok, induk usahanya bersama CATL menyepakati perluasan kapasitas produksi baterai patungan hingga 75 GWh dengan investasi sekitar Rp11 triliun.

JAKARTA, KABAR GAS POL — Changan Indonesia menetapkan target membuka 27 dealer resmi untuk memperkuat jaringan purnajual dan akses suku cadang bagi pelanggannya [3]. Target itu mengemuka menjelang genap satu tahun merek asal Tiongkok tersebut beroperasi di Indonesia [1].

Changan mulai menjejakkan kaki di pasar Indonesia pada November 2025 [3]. Dengan demikian, setahun pertamanya akan terlengkapi pada bulan depan, dan penambahan dealer menjadi salah satu pekerjaan rumah utama pada fase berikutnya [1].

Dari sisi produk, Changan memasarkan beberapa model listrik. Ada mobil listrik perkotaan Lumin dan SUV listrik Deepal S07, sementara Nevo Q05 diposisikan untuk pemakaian sehari-hari [3]. Deepal S05 dapat dipilih dalam varian BEV maupun REEV, yakni mobil listrik murni atau mobil listrik dengan penambah jangkauan [1].

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyebut capaian ini baru permulaan. "Ini adalah langkah awal dari perjalanan Changan untuk terus tumbuh, berinovasi, dan memberikan kontribusi bagi perkembangan mobilitas di Indonesia," kata Setiawan [3].

Sementara itu, di sisi hulu, Changan bersama CATL menyepakati penambahan kapasitas produksi baterai hingga mencapai 75 GWh. Kerja sama itu berjalan lewat perusahaan patungan CATL-Changan yang berdiri pada awal 2023 [2].

Penambahan sebesar 25 GWh ditopang pabrik baru seluas 700.000 meter persegi. Nilai investasinya 5 miliar yuan, setara sekitar Rp11 triliun [2]. Lokasinya berada di kawasan zona teknologi tinggi yang terletak di antara Kota Chongqing dan Provinsi Sichuan, dengan target mulai beroperasi pada 2027 [2].

Proyek tersebut diproyeksikan menyerap 2.500 tenaga kerja lokal dan menyumbang pajak tahunan 300 juta yuan [2]. Angka-angka ini menggambarkan skala investasi yang digelontorkan di negara asal Changan.

Pada lini teknologi, Golden Bell merupakan baterai solid-state yang disebut berkepadatan energi hingga 400 Wh/kg. Daya tempuhnya diklaim menembus lebih dari 1.500 km untuk sekali pengisian [2]. Baterai ini juga mendukung pengisian dari 30% ke 80% dalam 9 menit, dan uji jalannya dijadwalkan pada 2026 [2].

Bahan yang tersedia tidak merinci jadwal pembukaan ke-27 dealer, lokasi, maupun nilai investasi jaringan di Indonesia. Tidak ada pula keterangan bahwa baterai produksi patungan tersebut akan dipakai pada model yang dijual di dalam negeri.

Analisis redaksi

Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

Dua kabar ini berada pada ujung rantai nilai yang berbeda, tetapi dapat dibaca bersama. Target 27 dealer di Indonesia menyangkut layanan purnajual dan akses suku cadang [3], sedangkan perluasan kapasitas baterai hingga 75 GWh dengan investasi sekitar Rp11 triliun menyangkut komponen yang lazim menjadi bagian termahal pada mobil listrik [2]. Bila skala produksi baterai membesar, berpotensi tercipta ruang bagi harga jual yang lebih kompetitif, meski bahan tidak menyebut apakah efisiensi itu akan diteruskan kepada konsumen Indonesia.

Dari sudut harga BBM dan pajak kendaraan, ketersediaan pilihan BEV dan REEV pada Deepal S05 [1] memberi konsumen alternatif terhadap kendaraan berbahan bakar bensin. Seberapa menarik alternatif itu bagi rumah tangga akan bergantung pada harga jual, biaya perawatan, dan perlakuan pajak yang berlaku, yang semuanya tidak dibahas dalam bahan. Karena itu, jaringan dealer dan ketersediaan suku cadang patut dicermati sebagai faktor yang dapat memengaruhi biaya kepemilikan jangka panjang, sekaligus menjadi pertanyaan terbuka mengenai kecepatan Changan memenuhi target 27 dealer tersebut.

Baca juga

Changan Targetkan 27 Dealer di Indonesia dan Kapasitas