Pegadaian Catat Laba Rp6,59 Triliun, Kembangkan ATM Emas

Redaksi Kabar Gas PolTerbit Diperbarui

Poin kunci

    Dekat detail berbagai uang kertas Euro di permukaan putih, sempurna untuk konten terkait keuangan.
    Ilustrasi · Foto: CARTIST . / Pexels

    PT Pegadaian (Persero) mencatat laba bersih Rp6,59 triliun pada semester I-2026, tumbuh 84,4% dibanding periode sama tahun lalu. Seiring pertumbuhan tersebut, Pegadaian memperluas layanan ATM Emas fisik di berbagai wilayah, termasuk Medan dan Balikpapan, untuk memudahkan akses emas batangan tersertifikasi Galeri 24.

    JAKARTA, KABAR GAS POL — PT Pegadaian (Persero) mencatat laba bersih sebesar Rp6,59 triliun pada semester I-2026. Angka ini menunjukkan pertumbuhan laba bersih sebesar 84,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang sebesar Rp3,58 triliun [1].

    Sejalan dengan kinerja keuangannya, Pegadaian terus memperluas layanan akses emas fisik melalui mesin ATM Emas. Di Medan, Kantor Wilayah I telah menghadirkan mesin tersebut untuk memudahkan transaksi emas fisik bagi nasabah [2]. Secara nasional, ATM Emas kini tersedia di 20 titik strategis yang tersebar di 12 kantor wilayah [2]. Mesin ini menyediakan keping emas mulai dari 1 gram hingga 100 gram dengan kapasitas penyimpanan sekitar 4.000 gram [2].

    Yohanis Wulang, Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil I Medan, menegaskan bahwa emas batangan yang tersedia di mesin tersebut merupakan produk dari anak usaha Pegadaian, Galeri 24, yang telah tersertifikasi [2].

    Selain di Medan, layanan ATM Emas juga telah hadir di Balikpapan untuk melayani pengambilan emas fisik [4].

    Di sektor perbankan, Bank Mandiri juga aktif mengembangkan layanan serupa. Layanan ATM Emas Bank Mandiri kini tersedia di 28 titik di berbagai wilayah Indonesia [3]. Untuk memulai investasi Tabungan Emas, nasabah Bank Mandiri memerlukan setoran awal sebesar 0,02 gram atau sekitar Rp50 ribu [3].

    Analisis redaksi

    Pandangan Redaksi Kabar Gas Pol — bukan laporan fakta

    Pertumbuhan laba Pegadaian yang signifikan di semester I-2026 mengindikasikan bahwa strategi diversifikasi layanan emas, termasuk pengembangan ATM Emas, telah memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Ekosistem bullion bank yang dikembangkan bersama Danantara Indonesia menunjukkan komitmen negara untuk mengelola aset emas secara lebih profesional dan terintegrasi. Sementara itu, kehadiran Bank Mandiri sebagai bank konvensional pertama dengan lisensi OJK untuk layanan emas menunjukkan bahwa pasar investasi emas digital dan fisik semakin kompetitif dan mudah diakses oleh masyarakat luas.

    Baca juga

    Pegadaian Catat Laba Rp6,59 Triliun, Perluas ATM Emas